SULSELEKSPRES.COM – China akhirnya merespon langkah pemerintah Indonesia yang mengerahkan keamanan ketat di perairan Natuna.
Diketahui, sejak Senin (6/1) kemarin, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI terus bersiaga, dan siap tempur kapan saja.
Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan bahwa China selalu memandang hubungan bilateral dengan Indonesia dari perspektif strategis dan jangka panjang.
“Sebagai negara pesisir Laut Cina Selatan dan negara-negara besar di kawasan ini, Cina dan Indonesia memikul tugas penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” ujar Gheng Shuang dilansir dari i situs resmi Kementerian Luar Negeri China, Rabu (8/1/2020).
Ia menyebut bahwa China dan Indonesia telah berkomunikasi secara diplomatik terkait permasalahan ini.
“Sebagai negara pesisir Laut Cina Selatan dan negara-negara besar di kawasan ini, Cina dan Indonesia memikul tugas penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” terangnya.
BACA: Coast Guard Cina di Natuna, Susi: Tetap Jaga Investor dan Hukum Pencuri
Pemerintah Indonesia mencoba jalur diplomasi untuk menyelesaikan masalah ini dengan melayangkan nota protes terhadap China melalui Duta Besar yang ada di Jakarta.
Sementara itu, TNI dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI terus disiagakan di Perairan Natuna yang masuk dalam Provinsi Riau untuk memantau kondisi di sana. Penjagaan ini dilakukan karena sejumlah kapal milik China masih terlihat berlalu lalang di wilayah itu.



