25 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeHeadlineUlama Diminta Sisipkan Soal "Peduli Alam" di Khotbah

Ulama Diminta Sisipkan Soal “Peduli Alam” di Khotbah

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo meminta tokoh agama agar menyisipkan kepedulian terhadap alam dan bencana alam dalam tiap khotbah Salat Jumat maupun pengajian.

“Seluruh tokoh masyarakat, terutama ulama, seminggu sekali saat khotbah atau pengajian, mengingat mayoritas masyarakat Jawa Barat ini beragama Islam, untuk menyisipkan 2-3 menit, perhatian kepada alam. Kita peduli alam, alam merawat kita.” kata Doni melalui keterangan tertulisnya, dikutip CNNIndonesia, Sabtu (12/1/2019).

Baca Juga:

Sutopo : Mitigasi Bencana Di Sulsel Harus Jadi Prioritas

Usulan Pengadaan Heli Pemprov Sulsel Untuk Kepentingan BNPB

Pascagempa Palu, Kominfo Rilis Daftar Info Hoaks Yang Beredar di Masyarakat

Imbauan itu , ia sampaikan saat Doni berkunjung ke Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Jawa Barat, kemarin (11/1/2019). Dalam kunjungannya, Doni menyempatkan diri untuk bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Dalam bincang-bincang, Doni menyatakan banyak penduduk setempat tidak mengetahui kawasan selatan Sukabumi rawan gempa bumi dan tsunami.

Menurutnya, desa itu sempat tertimbun longsor pada 31 Desember 2018 lalu. Namun, kata Doni, hal itu dapat terhindarkan apabila warga setempat menyadari risiko bencana dan menanam tanaman buah dan tanaman keras endemik di Jawa Barat.

“Karena kalau tidak diberikan sebuah pemahaman maka risiko terjadi bencana akan semakin banyak,” tutur mantan Komandan Kopassus ini.

Doni yakin, penyisipan pemahaman mengenai bencana merupakan bentuk sebuah kepedulian yang harus melibatkan semua komponen mulai dari pemerintah pusat hingga daerah seperti lurah, kepala desa, dan kampung.

Baca: Iwan Fals Marah Dana Bantuan Bencana di Korupsi: Hukum Mati Saja

Sementara, mengenai tugas BNPB mendatang, katanya adalah memberi pendidikan sadar potensi bencana kepada masyarakat.

Penduduk di suatu daerah menurut dia harus peka terhadap lingkungan dan tanda-tanda alam demi menekan potensi kerugian ketika terjadi bencana.

“Misalnya pada musim hujan waspada banjir dan longsor. Kemudian menjelang musim kemarau dengan kebakaran hutan. Itu juga harus kita antisipasi dan bagamana masyarakat kita bisa lebih siap,” ucap mantan Sekjen Wantanas ini.

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img