MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasangan calon nomor urut tiga Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) menyusun strategi meningkatkan dan ketahanan ekonomi keluarga, dengan mencanangkan program Lahan Kosong Produktif alias La Kopi.
Program La Kopi ini dinilai dapat menyentuh berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertanian, perkebunan, peternakan, sampai sektor perikanan.
Menurut keterangan juru Bicara Dilan, Muchlis Misbah, mengatakan program La Kopi dapat menjadi solusi meningkatkan ekonomi dengan mengoptimalkan lahan kosong yang ada untuk usaha produktif. Hasilnya, dapat dinikmati sendiri atau dijual.
“Program La Kopi ini mendukung ekonomi keluarga dan ketahanan keluarga, apalagi di masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19,” ucap dia, Rabu (7/10/2020).
Program La Kopi, ia meyakini akan disenangi kalangan ibu rumah tangga alias emak-emak. Selain karena mendukung ekonomi keluarga, program ini juga sesuai hobi emak-emak pada umumnya.
Dalam program ini, emak-emak diajak menanam tanaman konsumsi harian atau hortikultura serta apotek hidup. Program La Kopi juga ditujukan untuk memberdayakan kelompok disabilitas.
Muchlis melanjutkan, program La Kopi ini tidak sebatas untuk tanaman hortikultura dan apotek hidup. Masyarakat akan diberi kewenangan menentukan apa yang ingin dikembangkannya.
Tidak harus bidang pertanian dan perkebunan, tapi bisa juga di bidang perikanan dan peternakan atau usaha produktif lainnya.
“Lewat program ini, Dilan ingin mengajak orang kota bertani, beternak dan berkebun. Ya di dalamnya bisa saja dilakukan budidaya ikan serta tumpang sari ikan dan sayur. Bisa juga usaha-usaha produktif lainnya bergantung potensi dan kondisi wilayah,” jelasnya.
Program La Kopi ini juga dapat dilaksanakan secara kolektif, dengan menggunakan lahan kosong dengan kategori tidak dimanfaatkan selama tiga tahun terakhir.
Lahan itu dapat digunakan dengan sistem pinjam pakai bila statusnya aset pribadi. Dengan begitu, semua pihak tidak ada yang dirugikan.
“Pemerintah akan memberi keringanan pembayaran PBB dan retribusi,” tukasnya.



