26.2 C
Makassar
Sunday, June 14, 2026
HomeEdukasiPerempuan Pesisir Didorong Kelola Keuangan Keluarga Secara Mandiri Melalui Pelatihan Literasi Keuangan

Perempuan Pesisir Didorong Kelola Keuangan Keluarga Secara Mandiri Melalui Pelatihan Literasi Keuangan

- Advertisement -

SulseEkspres.com – Upaya meningkatkan kapasitas perempuan pesisir dalam mengelola keuangan rumah tangga dilakukan melalui kegiatan pelatihan literasi keuangan dan pembukuan sederhana bagi perempuan nelayan. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengatur pemasukan, pengeluaran, tabungan, serta pengelolaan utang rumah tangga secara lebih bijak.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kampung Mangarabombang Kelurahan Tallo ini diikuti oleh perempuan pesisir yang menjalankan berbagai usaha sektor informal, seperti pemilik warung kecil, penjual kue keliling, penyedia jasa mencuci pakaian, dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami pentingnya pencatatan keuangan sederhana sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga.

Ketua tim pelaksana, A. Noer Chalifah Ramadhany, menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga nelayan yang sering menghadapi pendapatan tidak menentu akibat faktor cuaca dan musim.

“Kemampuan mengelola keuangan keluarga merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat membantu perempuan pesisir mengatur pengeluaran, menyisihkan tabungan, serta menghindari ketergantungan pada pinjaman yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik pencatatan keuangan menggunakan format pembukuan sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran rumah tangga, pengelolaan tabungan pendidikan anak, dana darurat, serta pengelolaan utang dan cicilan usaha.

Kegiatan ini turut didukung oleh anggota tim yang terdiri atas Zainal Arifin, Andi Sadriani, Ibrahim Arifin, dan Watif Massuanna. Seluruh anggota tim berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, kegiatan diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan keuangan keluarga dan pencatatan transaksi keuangan secara rutin.

Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai cara mengatur keuangan keluarga.

“Selama ini saya tidak pernah mencatat pengeluaran harian. Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi tahu ke mana uang digunakan dan bagaimana menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan pesisir semakin mampu mengelola keuangan keluarga secara mandiri, meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga, serta mendukung kesejahteraan keluarga nelayan secara berkelanjutan.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img