MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Lembaga survei Script Survei Indonesia (SSI) secara resmi merilis hasil survei untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kepulauan Selyar.
Rilis hasil survei SSI ini berlangsung di Capitol Coffe, Jalan Dokter Leimena, Antang, Kota Makassar, Selasa (10/11/2020) siang.
Dalam survei ini, posisi Bupati petahana, Muhammad Basli Ali, yang kembali maju di Pilkada 2020 ini masih sangat kuat, sehingga rivalnya dinilai sangat sulit untuk menumbangkan sang petahana.
Sebab, dari hasil survei yang melibatkan 400 sampling dengan metode multi stage dengan margin error 4,8%, Muhammad Basli Ali yang menggandeng Saiful Arif sebagai wakilnya, mampu meraih elektabilitas di angka 60,24 persen.
Hasil survei ini diperoleh dari satu pekan survei, tepatnya pada tanggal (1/11/2020) sampai pada tanggal (7/11/2020), dengan tingkat kepercayaan menyentuh angka 95 persen.
“Tingkat elektabilitas Muhammad Basli Ali – Saiful Arif (BAS) berada di angka 60,24 persen. Jika seandainya pilkada dilangsungkan besok, maka pesaingnya sulit untuk menumbangkan paslon ini,” ujar Direktur Eksekutif SSI, Yuhardin.
Sementara untuk kandidat penantang, Zainuddin – Aji Sumarno (ZAS), hanya memperoleh elektabilitas di angka 27,80 persen saja. Sisanya, menjadi bagian dari suara masyarakat yang belum menentukan pilihan.
“Diikuti oleh pak Zainuddin-Aji Sumarno (ZAS) di angka 27,80 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan itu diangka 11,95 persen,” lanjut Yuhardin.
Meski begitu, mennurur Yuhardin, perolehan elektabilitas tersebut bisa saja berubah seiring sisa waktu yang masih tersisa beberapa hari lagai. Jika paslon kreatif melakukan kampanye, maka kemungkinan berbaliknya elektabilitas bisa saja terjadi.
Hal ini bakal dibuktikan kembali oleh SSI yang bakal berlangsung pada akhir bulan November mendatang, tepatnya pada detik-detik jelang pelaksanaan pilkada mereka akan mempublish kembali.
“Kami kemungkinan di akhir (November) nanti, kita kan melakukan riset lagi yang terakhir. Kita mau lihat pergesakan dari data hari ini per November, di awal November dan di akhir november,” jelasnya.
Terkait posisi pemilih undecided, Yuhardin mengatakan, ada tiga komponen mempengaruhi mereka untuk menentukan pilihannya.
“Pertama, pemilih cerdas yang melihat calon terlebih dahulu baru memilih. Kedua, pemilih pragmatis, mereka menunggu diberikan sesuatu baru memilih, dan ketiga, pemilih golput mereka ini benar benar tidak memilih,” ucap Yuhardin.
Dengan begitu, kreatifitas dan gaya panye yang bisa menentukan siapa pemenang pada Pilkada Selayar pada tahun 2020 ini.



