MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Salah seorang pengamat politik, Andi Luhur Priyanto, berharap agar pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak sekadar jadi Event Organizing dalam Pemilu.
“Saya berharap Bawaslu dan KPU jangan sekadar jadi EO pemilu,” kata Luhut, Sabtu (5/12/2020).
Menurutnya Bawaslu dan KPU adalah kekuatan demokrasi. Sehingga orang-orangnya harus bertarung dengan idealisme tarakhir.
Luhur sampaikan bahwa banyak sekali masalah dalam pemilu. Namun, ia menyimpulkan terdapat tiga masalah besar yang tidak terpecahkan hingga sekarang.
Ketiga masalah tersebut meliputi data kependudukan, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan politik uang.
“Pertama carut marut data kependudukan. Lihat saja. Itu menjadi titik lemah penyelenggara,” ungkapnya.
Kemudian yang kedua adalah masalah netralitas ASN menurutnya tidak pernah bisa kita selesaikan. Karena secara historis, sebagai birokrasi post kolonial kita mewarisi struktur dan kultur birokrasi peninggalan penjajah.
“Masalah yg terakhir adalah politik uang. Ini juga susah sekali diatasi,” lanjutnya.
Luhur mengakui bahwa Tugas Bawaslu dan KPU bukanlah hal yang mudah. Sehingga perlu keterlibatan seluruh masyarakat dalam mengawal jalannya pilkada.



