MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat Ekonomi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Alim Syariati harap keseimbangan yang baik antara kesehatan dan ekonomi setelah melihat perkembangan ekonomi sepanjang tahun 2020.
“Perlu adanya keseimbangan yang baik antara menjaga kesehatan dan melaksanakan aktivitas ekonomi. Selain bantuan ekonomi dari pemerintah yang berfungsi sebagai penggerak sementara, bantuan kesehatan dari sisi penegakan hukum kesehatan juga perlu berjalan beriringan,” kata Alim Syariati kepada Sulselekspres.com, Minggu (6/12/2020).
Menurutnya, peran pemerintah untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan amat penting, di samping membuka keran ekonomi secara masif. Karena, tiada guna ekonomi, jika yang berjualan ataupun pembeli sakit-sakitan.
Sekretaris Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi UIN Alauddin tersebut menyatakan bahwa dari data BPS pada September 2019 yang menyebutkan angka kemiskinan sebesar 8,56%; sementara pada maret 2020 naik menjadi 8,72%.
“Ini menunjukkan di tahap awal pandemi, terjadi pertambahan angka orang miskin sekitar 20ribuan orang. Sayangnya data terbaru dari BPS, belum sampai ke bulan desember, karena sementara disusun oleh mereka,” lanjut Alim.
Dosen Ekonomi tersebut menjelaskan bahwa Kabupaten Bone menjadi kabupaten dengan penduduk miskin terbanyak disusul oleh Makassar. Data juga menunjukkan tingkat pengangguran, naik dari 5,42% di tahun 2019 menjadi 6,07% di tahun 2020.
“Terakhir, di masa pandemi ini, Pertumbuhan ekonomi sulsel turun dari 6,92% di tahun 2019, menjadi -0,71%, sejalan dengan tersungkurnya ekonomi nasional menjadi -2,03% di triwulan ke tiga tahun 2020 ini,” tuturnya.



