25 C
Makassar
Thursday, March 12, 2026
HomeHealthIni yang Terjadi Pada Tubuh saat Keracunan Sianida dalam Makanan

Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Keracunan Sianida dalam Makanan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Masih ingat kasus kopi sianida pada awal 2016 lalu? Lima tahun berlalu, kini media massa ramai memberitakan mengenai sate sianida yang menyebabkan kematian seorang anak kecil di daerah Yogyakarta. Singkat cerita, anak tersebut merupakan korban salah sasaran dari seorang wanita yang awalnya ingin meracun seorang pria dewasa di kota tersebut.

Racun Sianida terdiri dalam beberapa macam bentuk, ada yang berbentuk padat, cair, atau gas. Ada hidrogen sianida, ada sianogen klorida, ada kalsium sianida, dan potasium sianida. Pertanyaannya, apa sih yang akan terjadi pada tubuh ketika keracunan sianida?

Sederet Keluhan Meski Jumlahnya Sedikit

Ketika masuk ke dalam tubuh, racun sianida bakal menimbulkan banyak keluhan pada tubuh. Orang yang terpapar racun sianida dalam jumlah kecil dengan menghirupnya, menyerapnya melalui kulit, atau mengonsumsi makanan yang mengandung sianida, mungkin akan mengalami beberapa gejala.

Nah, mengutip Kementerian Kesehatan RI dalam “Toksikologi Klinik”, setelah terpajan sianida, gejala yang paling cepat muncul adalah iritasi pada lidah dan membran mukus. Sianida mudah menembus dinding sel baik jika masuk secara inhalasi, memakan atau menelan garam sianida atau senyawa sianogenik lainnya.

Pada keracunan HCN (hydrogen cyanide) maka kadar sianida tertinggi adalah paru paru yang diikuti oleh hati kemudian otak. Sebaliknya, bila sianida masuk melalui sistem pencernaan maka kadar tertinggi adalah di hati. Nah, dalam jumlah kecil, keracunan sianida dalam tubuh bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, muntah, mual, lemah, peningkatan denyut jantung, dan gelisah.

Di samping itu, saat masuk ke dalam tubuh, racun sianida menghambat kerja enzim cytochrome-x-oxidase yang terletak di mitokondria. Enzim ini berfungsi mengikat oksigen guna memenuhi kebutuhan pernapasan sel. Andaikan enzim tersebut tidak bekerja dengan baik karena dihambat oleh racun sianida, maka sel-sel tubuh akan mengalami kematian.

Dari Kejang sampai Kematian

Sianida adalah bahan kimia yang bekerja cepat dan berpotensi mematikan yang terdiri dari berbagai bentuk. Sianida terkadang digambarkan memiliki bau seperti almond. Namun, racun sianida tidak selalu mengeluarkan bau, dan tidak semua orang dapat mendeteksi bau ini.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seorang yang keracunan sianida dapat menunjukan gejalanya hanya dalam beberapa menit. Hal yang perlu ditegaskan, gejala yang timbul ini bisa semakin parah bila racun sianida yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak.

Nah, menurut CDC, paparan sianida dalam jumlah besar dengan cara apa pun dapat menyebabkan efek kesehatan seperti:

  • Penurunan kesadaran.
  • Tekanan darah rendah.
  • Cedera paru-paru.
  • Kegagalan pernapasan yang menyebabkan kematian.
  • Denyut jantung lambat.

Ingat, dampak yang paling parah dari pajanan sianida dalam jumlah banyak adalah kematian. Seperti halnya kasus kopi sianida atau sate sianida. Namun, bagaimana bila seseorang selamat dari keracunan sianida?

Masih menurut CDC, efek jangka panjang dari paparan sianida (termasuk yang selamat dari keracunan sianida), bisa menimbulkan dampak serius. Orang tersebut bisa mengalami kerusakan jantung, saraf, dan otak.

Sumber: Halodoc.com

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img