MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Yeni Rahman menyarankan pemerintah kota untuk menjamin kebutuhan keluarga bagi warga yang menjalani isolasi apung di Kapal Umsini.
Menurutnya, banyaknya warga yang enggan memeriksakan diri akibat takut isolasi dan tidak bisa mencari nafkah. Sehingga mereka tetap memilih keluar untuk bekerja.
“Banyak orang terpapar Covid-19 yang berkeliaran karena tidak di Swab,” kata Yeni, Kamis, 12 Agustus 2011.
Dengan begitu, Yenni yakin masyarakat akan datang sendiri ke Puskesmas untuk memeriksakan diri jika diberi jaminan keluarga di rumah bisa mendapat kebutuhan.
“Kenapa masyarakat tidak mau di swab ini karena persoalan perut. Kalau hanya hidup dari penghasilan harian lalu terpapar isolasi 14 hari tidak bisa menghidupi keluarganya,” kata Yeni.
Yenni mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar harus bisa meyakinkan masyarakat untuk menjamin isolasi warga dengan catatan menjamin kebutuhan keluarganya.
“Pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat, ketika positif mengambil alih sementara makan minumnya. Jika disosialisikan dengan baik maka masyarakat akan sukarela,” sebutnya.
Di sisi lain, Yenni mengajak masyarakat untuk menjalakan protokol kesehatan di tengah tingginya angka positif Covid-19 di Makassar.
Menurutnya, kepatuhan protokol kesehatan menjadi kunci penanganan Covid 19. Mereka yang positif setidaknya bisa menjaga diri untuk tidak menulari orang lain.
“Kalau sudah merasa gejala, cepat ke puskesmas jangan tunda-tunda, pikirkan dirita sendiri, orang orang yang berinteraksi dengan kita. Syukur kalau bagus antibodi, kalau orang penyakit bawaan, itu bahaya,” katanya.
Selain itu, Yenni Mengungkapkan, permasalahan yang tengah dihadapi pemerintah adalah banyaknya masyarakat yang positif tetapi masih berkeliaran



