26 C
Makassar
Wednesday, March 4, 2026
HomeDaerahWabup Bone Minta Camat dan Kades Sinergi Turunkan Stunting

Wabup Bone Minta Camat dan Kades Sinergi Turunkan Stunting

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM– Wakil Bupati Bone, Drs. H. Ambo Dalle. M.M meminta para Camat dan Kepala desa untuk senantiasa bersinergi menurunkan angka stunting di Kabupaten Bone. Pasalnya, angka stunting masih terbilang tinggi dengan persentase 34 persen dan urutan keempat tingkat provinsi.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri serta membuka Temu Kerja Dalam Rangka Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Novena, Jalan Ahmad Yani, Selasa (22/2/2022).

Temu Kerja ini dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bone

“Petta Camat dan Petta Desa masalah stunting ini harus betul-betul diperhatikan di daerah’ta, untuk mendukung penanganan stunting di Kabupaten Bone, kepala desa mesti menganggarkan di APBDes setiap tahun,” ujarnya.

Wabup Bone dua periode ini menyebutkan Kabupaten Bone berhasil menurunkan angka stunting dari 41 persen menjadi 34 persen dalam tiga tahun terakhir. Padahal sebelumnya menjadi tertinggi di Sulawesi Selatan

“Tahun-tahun sebelumnya, Kabupaten Bone tertinggi kedua di Sulawesi Selatan, hanya Kabupaten Enrekang di atasnya dengan angka 40 persen,” sebutnya.

“Alhamdulillah Bone sudah bergeser dengan menurun angka stunting di bawah kabupaten Jeneponto, Pangkep, Takalar, Kabupaten Bone dengan posisi 34 persen,” sambungnya.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Bone menargetkan penurunan angka stunting massif setiap tahunnya. Sehingga target angka penurunan stunting di Kabupaten Bone menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bone H Ambo Dalle juga menyerahan penghargaan kepada Kantor Balai DPPKB Terbaik di Kabupaten Bone.

Tidak hanya itu, Temu kerja audit stunting ini juga dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Juang Kencana Kabupaten Bone periode 2021-2024 oleh Ketua Perkumpulan Juang lencana Provinsi Sulsel serta disaksikan langsung Forkopimda Bone.

“Melalui kegiatan temu kerja stunting ini merupakan komitmen bersama tidak hanya menjadi acara ceremoni belaka, namun mampu menghasilkan solusi dan tekad yang kuat dalam penanggulangan stunting,” kata H.Ambo Dalle.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, mengatakan program penanganan stunting salah satu dari tujuh prioritas bapak Presiden RI.

“Amanat bapak presiden untuk percepatan penanganan stunting, kami menyampaikan bahwa setiap daerah mesti membentuk tim percepatan penurunan stunting,” katanya.

Andi Rita menjelaskan kondisi stunting pada anak dapat dicengah dengan menyiapkan kesehatan remaja secara baik dengan asupan gizi sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Dimana remaja yang menikah harus sehat dan matang baik secara fisik maupun psikis karena akan berpengaruh pada kesehatan janin ketika hamil nanti.

“Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang terjadi pada bayi di 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama sehingga menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya,” jelasnya.

Diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Forkopimda Bone, TP PKK Bone, Pejabat OPD, Camat Lokus, Kepala Desa Lokus Stunting, UPT. KB. Lokus Stunting, PKB/PLKB Kec. Lokus Stunting serta tamu undangan lainnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img