28 C
Makassar
Friday, October 23, 2026
HomeHeadline290 Kader Bela Negara Digembleng di Gowa, Generasi Muda Disiapkan Hadapi Perang...

290 Kader Bela Negara Digembleng di Gowa, Generasi Muda Disiapkan Hadapi Perang Kognitif

- Advertisement -

— Kemhan Tekankan Ancaman Disinformasi di Era Digital Menuju Indonesia Emas 2045

SULSELEKSPRES.COM, GOWA — Perang mempertahankan bangsa kini tidak hanya berlangsung di medan fisik, tetapi juga di ruang digital. Arus hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat menjadi tantangan baru yang harus dihadapi generasi muda.

Pesan itulah yang mengemuka dalam pembukaan Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tingkat Pertama Tahun 2026 di Markas Komando Resimen Induk Kodam (Makorindam) XIV/Hasanuddin, Dusun Wirabuana, Desa Mataallo, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (23/10/2026).

Sebanyak 290 peserta mengikuti kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat karakter kebangsaan sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi ancaman di era digital.

Upacara pembukaan dimulai pukul 08.30 Wita dan dipimpin Kapusat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., selaku inspektur upacara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, Wadanrindam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Daniel Hendra, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa H. Andy Azis Peter, S.H., M.Si., serta Kasdim 1409/Gowa Mayor Arh Muhammad Yuliansyah, S.A.P., bersama sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait.

Perang Kognitif Jadi Tantangan Baru

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung menegaskan bahwa pembinaan kesadaran bela negara di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Menurut dia, bela negara tidak cukup dimaknai sebagai kesiapan menghadapi ancaman fisik. Perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan ancaman nonmiliter, termasuk cognitive warfare atau perang kognitif, yakni upaya memengaruhi pola pikir, persepsi, dan pengambilan keputusan melalui berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

“Bela negara bukan hanya soal pertahanan fisik. Saat ini kita juga menghadapi ancaman non-militer berupa cognitive warfare — upaya memengaruhi cara berpikir, persepsi, dan keputusan masyarakat melalui arus disinformasi di ruang digital. Generasi muda harus menjadi benteng terkuat di ruang pikir ini,” ujar Parluhutan.

Pesan tersebut menempatkan literasi informasi, sikap kritis, dan kemampuan menyaring informasi sebagai bagian penting dari kesadaran bela negara di tengah derasnya arus komunikasi digital.

Lima Nilai Dasar Harus Menjadi Sikap Nyata

Kapus Bela Negara Kemhan RI juga menekankan pentingnya menginternalisasikan lima nilai dasar bela negara, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Kelima nilai tersebut tidak cukup berhenti pada pemahaman atau hafalan. Nilai-nilai itu perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, bertanggung jawab dalam menggunakan media digital, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pembinaan karakter kebangsaan ini dipandang strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Gowa Diharapkan Melahirkan Kader Teladan

Kabupaten Gowa dengan sejarah dan kekayaan budayanya diharapkan dapat melahirkan kader bela negara yang memiliki wawasan kebangsaan, kecakapan menghadapi perubahan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ketahanan bangsa, tidak hanya melalui kesiapan fisik, tetapi juga melalui kesadaran, karakter, dan ketangguhan dalam menghadapi pengaruh informasi.

Upacara pembukaan berakhir pada pukul 09.10 Wita dalam keadaan aman dan lancar. Latihan kader ini diharapkan membentuk generasi muda yang mampu menangkal hoaks dan disinformasi, menjaga persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(*)

 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img