IYL-Cakka Percaya Data Survei, Agus-TBL: Kami Tidak Yakin

Illustrasi Kursi Pilkada Sulsel 2018

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) saling bertolak belakang soal data lembaga survei.

Juru Bicara pasangan Agus-TBL, Andry Arief Bulu saat dihubungi Sulselekspres.com, melalui WhatsAppnya, Kamis (24/5/2018), mengatakan survey yang beredar itu beraneka ragam, saling klaim dan di lakukan oleh tim sukses lawan politiknya itu sendiri.

“Kami yakin tidak berdampak apa-apa, masyarakat sudah cerdas,” ujar Andry Arief Bulu.

Andry menilai, survey berbeda beda dalam waktu berdekatan belum lagi dilakukan dengan populasi dan daerah yang sama.

“Jadi penggiringan opini sudah bukan jamannya lagi, masyarakat saat ini menilai dari prestasi, rekam jejak dan program,” katanya.

Baca:

Hasil Survey Teratas, Prof Andalan Lebih Massif Bergerak

Menurut dia, timnya hanya cuekin saja hasil survei yang belum lama ini, bahkan tidak ada urusan dengan survey itu. “Kami punya hasil riset yang kami yakini juga, jadi tim fokus tetap bekerja optimal langsung ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Berbeda dengan, Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani mengaku, sepanjang data dan metodologinya bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, maka pihaknya justru menyambut positif, semua lembaga survei.

Apalagi kalau temuan perilaku pemilih jelang pencoblosan diurai oleh lembaga yang punya kredibilitas yang tak diragukan lagi hasil temuannya.

“Sejak dulu kami sangat percaya dengan hasil survei, sepanjang itu pengambilan data dan metodologinya memang dilakukan secara profesional, objektif, dan tak mengarahkan responden lewat quisioner,” jelas Henny saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Kamis (24/5/2018).

Baca:

Survey IYL-Cakka Teratas, Abdi Merah Putih Makin Massif Bergerak

Menurut dia, apapun lembaga survei yang ingin mempublish data temuannya, merupakan hak internal masing-masing lembaga tersebut. Hanya saja ia menaruh harapan, lembaga survei tetap menjaga netralitas dan kredibilitas lembaganya, sekalipun bagian dari kandidat tertentu.

Apalagi lanjut dia, menjamurnya lembaga survei, kadang ada yang memanfaatkan untuk menggiringnya sebagai politik survei. “Salah satu rujukan kita adalah hasil survei dari lembaga yang kredibel. Mau ditempatkan di posisi mana pun, pasti kita jadikan bahan evaluasi, karena memang akurasinya tidak diragukan,” pungkas mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar itu.

Penulis: Abdul Latif