Pengamat: Kolom Kosong Tidak Bisa Dianggap Remeh

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim menilai, kolom kosong tidak bisa dianggap remeh, bahkan dia menuturkan, peluang memenangkan kolom kosong tetap ada.

“Peluang itu (memenangkan kolom kosong) tetap ada. Saya kira iya, akan terjadi kontestasi yang kompetitif. Kolom kosong ini tetap tidak bisa dianggap remeh,” kata Syahrir Karim saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2018).

Dia menegaskan, kolom kosong ini akan menjadi polemik yang berkepanjangan. Tidak hanya itu saja, akan tetapi kolom kosong juga kemungkinan akan terkonsolidasi.

” polemik kolom kosong terus menjadi masalah yang berkepanjangan. Polemik ini lah yang kemudian salah satu pemicu munculnya gerakan kolom kosong yang terkonsolidasi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kolom kosong di Pilwali Makassar berbeda dengan yang ada di daerah lain. “Munculnya Kolom kosong di Pilwali Makassar ini berbeda dengan kolom kosong di daerah lain. Karena ada fase dimana kolom kosong ini menuai perdebatan antar penyelengggara, yakni KPU dan Panwaslu serta terkesan ‘dramatis’,” tutupnya.

Penulis: Muhammad Adlan