JENEPONTO, SULSELEKORES.COM – Nasib malang menimpa sejumlah guru honorer di Kabupaten Jeneponto.
Hanya karena diduga beda pilihan di Pilkada lalu, sejumlah guru honorer ini berhentikan oleh Kepala Sekolah. Mereka adalah para honorer di SMP 1 Batang, Kecamatan Batang, Jeneponto.
“Karena ini baru selesai Pilkada. Padahal separuh dari kami ada yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun,” tutur salah satu guru yang meminta namanya tak disebutkan (15/7/2018).
BACA JUGA:
Sebelum Kepergok Selingkuh, Irwan dan Istrinya Tidak Serumah Lagi
Diperiksa Ombudsman, Lurah Empoang Tak Segarang di Video
Pasca Periksa Lurah Empoang, Ombudsman: Bupati Wajib Patuhi Rekomendasi
Diamenuturkan kalau dirinya sudah mengabdi sebagai guru sejak 2008 lalu. Keputusan Kepala Sekolah memberhentikan sejumlah honorer disebut bermula dari rapat yang digelar hari Rabu lalu.
“Katanya dengan alasan PNS butuh penambahan jam. Jadi solusinya kami semua honor harus di berhentikan,” katanya.
Para guru honorer ini diminta memasukkan kembali ijazah sambil menunggu panggilan mengajar. “Lebih kejam lagi karena banyak yang dkorbankan kasian,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMP 1 Batang, Sudirman saat coba dikonfirmasi tak berhasil dihubungi. Pesan singkat dan telefon wartawan tidak dia jawab.
Kejadian ini mengingatkan peristiwa yang juga terjadi di Jeneponto belum lama ini. Dimana Lurah Empoang menolak menandatangi berkas warganya lantaran beda dukungan. Kejadian ini sempat viral, dan si Lurah menjadi bulan-bulanan nitizen.
Penulis: Agus Mawan






