30 C
Makassar
Wednesday, April 1, 2026
HomeRagamRibuan Warga Kepung Bandara, Pesawat Batal Berangkat Dari Palu

Ribuan Warga Kepung Bandara, Pesawat Batal Berangkat Dari Palu

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ribuan masyarakat atau korban gempa yang berada di Kota Palu mengepung Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Hal itu menyebabkan pesawat Hercules yang ada disana untuk mengangkut tidak bisa berangkat.

Kepala penerangan dan perpustakaan Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor (Sus) Henny Purwani, mengatakan bahwa saat ini ribuan masyarakat telah mengepung Bandara Mutiara Sis jufri sehingga pesawat tidak bisa berangkat.

Ribuan masyarakat tersebut memasuki Bandara Mutiara Sis Aljufri dengan merobohkan pagar yang menghalangi mereka masuk. Dan mengepung pesawat Hercules yang rencananya akan membawa mereka ke Makassar.

BACA: Gugur Dalam Tugas, Agung Karyawan ATC Dinobatkan Sebagai Pahlawan Penerbangan Indonesia

“Info yang kami dapat mereka merusak pagar yang ada di Bandara Mutiara. Dan mengepung pesawat Hercules yang akan berangkat ke Makassar,” katanya, saat ditemui di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Senin (1/10/2018).

Bahkan, kata Henny, ribuan masyarakat yang mengepung tersebut. Hingga, ada seorang ibu tidur di depan ban pesawat untuk menghalangi agar Hercules mengangkut dia dan anaknya.

BACA: Garuda Indonesia Siapakan Penerbangan Khusus Angkut Petugas dan Bantuan ke Palu, Ini Rutenya

“Menurut info seperti itu. Mereka semua ngotot untuk naik ke Hercules, sehingga diputuskan untuk tidak memberangkatkan sampai kondisi membaik,” jelasnya.

Padahal, dalam peristiwa yang mengguncang Provinsi Sulteng hingga ke Sulbar tersebut yang paling prioritas utama adalah mereka yang mengalami luka-luka dan trauma atau syok karena membutuhkan perawatan medis.

Dia menyebut, untuk hari ini pesawat Hercules yang disiapkan mengangkut korban gempa ada enam unit. Itu direncanakan bolak balik Palu Makassar. Namun, tertunda karena situasi yang kurang kondusif.

Sejak Gempa melanda Kota Palu dan Donggala pada Jumat (28/9/2018) lalu. Sudah Sekitar 1700 warga atau korban Gempa dan Tsunami di wilayah Sulawesi Tengah yang tiba di Kota Makassar.

Ribuan korban yang datang ke Kota Makassar tersebut secara bertahap dilakukan. Dan hingga saat ini beberapa di antara mereka ada di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Bahkan, telah meninggal dunia.

Penulis: M. Syawal
spot_img

Headline

spot_img
spot_img