29 C
Makassar
Friday, March 27, 2026
HomeHukrimAsyik Bermain Bola, Dua Bersaudara Tewas Tertimpa Tembok Pembatas

Asyik Bermain Bola, Dua Bersaudara Tewas Tertimpa Tembok Pembatas

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Hasnita tak menduga dua putranya meninggal dengan cara seperti ini, tertimpa tembok pembatas yang runtuh di belakang rumahnya, di jalan Balang Baru Dalam, Tamalate, Makassar, Selasa (11/12/2018).

Kabar kedua putranya, Syahrul Putra (7) dan Zaenal Putra (8) pun Ia baru tahu, setelah mendapat kabar dari tetangganya.

“Saya dapat kabar setelah ada tetangga menelepon,” katanya.

BACA: Anak SD Dibadik Pelajar SMP Di Makassar

Saat kejadian, Hasnita tengah berjualan makanan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24 Makassar.

Dua putranya hidup dari jerih payahnya yang tiap hari menjual makanan bersama suaminya yang berdagang bunga keliling.

“Dia kasih tahu kalau kedua anak saya meninggal dunia, karena tertimpa tembok yang berada di belakang rumah,” kata Hasniati.

BACA: Seorang Mahasiswa Tewas Diamuk Massa

Sementara itu, keterangan dari Jamal, Ketua RT setempat, menuturkan, pada 11.30 Wita, kedua bersaudara ini awalnya tengah asyik bermain bola, terik matahari belum terlalu menyengat.

Tak tahu, bola yang digunakan mereka lantas terpental dan jatuh ke dalam selokan yang berdekatan langsung dengan tembok pembatas Penginapan Makassar Kotex.

“Saat keduanya berusaha mengambil bola tersebut, tiba-tiba tembok langsung runtuh dan menimpanya. Keduanya (diduga) langsung tewas di tempat,” kata Jamal.

BACA: Rebutan Air Sawah, Kacong Tewas Ditebas Parang

Mendengar gemuruh tembok yang rubuh dan putra Hasnita turut tertimbun, Warga sekitar sentak memanggil paman korban, Fadli (20) yang sedang berada di dalam rumah.

“Saya langsung turun ke selokan mengangkat dua keponakan saya yang dalam keadaan tertimbun reruntuhan tembok,” ulas Fadli.

BACA: Seorang Petani Diduga Tewas Tersambar Petir

Setelah menyelungsep dan berhasil menemukan tubuh ponakannya, ia pun membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

“Tapi di jalan sudah tak bernyawa,” ucap Fadli.

Sementara itu, Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin yang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), langsung memeriksa sejumlah saksi. Tanpa terkecuali, pihak pengelolah penginapan.

“Jika melihat konstruksi bangunan tampak sangat rapuh. Meski demikian kita menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujar Arifuddin.

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img