24 C
Makassar
Thursday, February 12, 2026
HomeEkbisJokowi Tepis Pernyataan CEO Bukalapak: Sudah Gede Anggarannya

Jokowi Tepis Pernyataan CEO Bukalapak: Sudah Gede Anggarannya

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Menjawab kritik CEO Bukalapak Achmad Zaky soal anggaran riset, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku pemerintah telah menggelontorkan anggaran cukup besar untuk research and development (R&D).

“Anggaran riset dan pengembangan mencapai Rp26 triliun pada tahun ini. Jadi, sudah gede anggarannya sebetulnya,” ujarnya di Istana Merdeka, seperti dikutip CNNIndonesia, Sabtu (16/2/2019).

Namun, menurut Jokowi, anggaran tersebut tersebar ke berbagai kementerian/lembaga (K/L). Alasan itu, dikarenakan, riset dan pengembangan dilakukan oleh masing-masing K/L. Padahal, dia mengakui seharusnya anggaran riset terintegrasi oleh satu badan atau lembaga sendiri.

“Tetapi, ini seharusnya sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul. Sekarang, karena tersebar di K/L, fokusnya kemana-mana,” imbuh Jokowi.

Baca: Wacana Revolusi Industri 4.0 Dinilai Dapat Jerat Pekerja

Sebelumnya, Jokowi pernah mewacanakan pembentukan sebuah lembaga bertajuk Badan Riset Nasional yang berguna mengelola dan menjadi tulang punggung sektor kerisetan di tingkat nasional. Tapi, sampai hari ini, rencana itu masih menjadi wacana.

Karena itu, Jokowi berjanji bakal berusaha meningkatkan anggaran riset ke depan hari. Selain itu, ia juga meminta pihak swasta untuk ikut ambil bagian pada pengembangan riset. Dengan begitu, katanya, riset yang dilakukan tidak bertumpu pada pemerintah saja, tetapi juga bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan industri secara langsung, termasuk perdagangan elektronik (e-commerce).

“Intinya, kita harus mendorong dan mendukung baik yang namanya Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak, untuk memajukan ekonomi kita. Juga semua startup (perusahaan rintisan),” katanya.

Baca: Tarung Bebas, Debat Kedua Jokowi vs Prabowo Adopsi Format Pilpres AS

Sebelumnya, CEO Bukalapak Achmad Zaky menilai niat pemerintah mengembangkan program industri 4.0 sulit terwujud bila alokasi anggaran riset terlalu rendah.

Sulit, sebab menurutnya, alokasi anggaran riset Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain, termasuk para tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan data yang digunakannya, ia menyebut anggaran riset di Indonesia hanya mencapai US$2 miliar. Sementara, Singapura dan Malaysia masing-masing US$10 miliar. Sedangkan Amerika Serikat (AS) mencapai US$511 miliar.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451 B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24 Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky beberapa hari yang lalu melalui akun Twitternya.

Namun, tak disangka, cuitan itu memicu justru kecaman para pendukung Jokowi dengan menggemakan tagar #UninstallBukalapak. Kubu lawan Jokowi ikut mengumbar tagar tersebut.

Baca: Bermodal Rp 60 Juta, ‘Sang Pisang’ Milik Kaesang Salip Bisnis Mabel Jokowi

Atas kegaduhan itu, akhirnya Zaky menyampaikan permintaan maaf melalui cuitan dan bertemu langsung dengan Jokowi di Istana Merdeka pada pagi tadi.

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img