32 C
Makassar
Thursday, April 2, 2026
HomeNasional'Jangan Kasih Kendor' Seru Jokowi 10 Hari Jelang Pencoblosan

‘Jangan Kasih Kendor’ Seru Jokowi 10 Hari Jelang Pencoblosan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – 10 hari lagi, pencoblosan sudah dimulai. Karena itu, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) meminta para pendukungnya untuk menyiapkan diri jelang sepuluh hari waktu pencoblosan pada 17 April mendatang.

“Jangan kasih kendor. Jangan kasih kendor. Harus terus gaspol. Setuju? Angkat jari. Bagus,” kata Jokowi dalam pidatonya di Alun-alun Tangerang, dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (7/4/2019).

Baca: SBY Sebut Kampanye Eksklusif, BPN: Prabowo Bukan untuk Umat Islam Saja

Saat kampanye, Jokowi mengawali pidatonya dengan mengajak bersama para pendukungnya untuk mengangkat jempol bersama. Jokowi mengibaratkan pilpres layaknya pesta demokrasi, masyarakat harus ikut memeriahkan pilpres tanpa ketakutan.

“Pesta itu harus gembira. Jangan sampai pesta demokrasi diciptakan ketakutan-ketakutan. Jangan sampai pesta demokrasi ada yang marah-marah,” kata Jokowi.

Baca: Kampanye di Makassar, Jokowi dipayungi Nurdin Abdullah

Sedang soal hoaks, Jokowi kemudian mengapresiasi massa yang hadir dari alumni Pangudi Luhur (PL) yang membawa sapu. Sapu dan hoaks bagi Jokowi memiliki arti.

“Sapu ini membersihkan hoaks, membersihkan hasutan-hasutan, korupsi, inilah simbolnya sapu. Harus bersih,” kata dia.

Sebelumnya, kampanye akbar dilangsungkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno (GBK). Prabowo dalam pidatonya menyindir keadaan perekonomian Indonesia saat ini.

Dalam orasinya, Prabowo secara guyon mengubah intonasi suara menjadi lebih besar. “Saudara-saudara sekalian, harga-harga terkendali. Kemiskinan menurun,” kata Prabowo.

Namun tak berselang lama, dia pun tertawa sambil berkata. “Menurun dari kakek ke cucu (kemiskinannya),” kata Prabowo yang kemudian disambut tawa oleh massa pendukungnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyindir soal ekonomi yang disebut-sebut tumbuh hingga lima persen, namun masih menyisakan kemiskinan .

“Lima persen ndasmu,” kata Prabowo.

Penulis: Agus Mawan
spot_img

Headline

spot_img
spot_img