MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Puluhan pengusaha kecil dari berbagai daerah mengadukan nasibnya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan.
Mereka berasal dari Kabupaten Gowa, Takalar, Maros dan Makassar guna menyampaikan aspirasi terkait adanya rencana pemerintah provinsi yang akan menggabung paket atau program proyek kecil agar menjadi besar sekaligus menghilangkan paket penunjukan.
“Kami sangat resah dengan adanya penggabungan seluruh paket paket Makanya kami ingin dewan bisa memfasilitasi”ujar salah seorang pengusaha kecil bernama Mukri, Selasa (14/5/2019).
Pengusaha lain menambahkan bila pihaknya belum siap sebab tidak memiliki fasilitas yang besar. “Kami
belum punya fasilitas besar untuk bersaing dengan pengusaha besar” jelas Tasman yang mengaku sebagai mantan salah satu tim sukses (Timses) Nurdin Abdullah di Pilgub 2018 lalu.
Sementara itu, Ketua Komisi DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin mengaku jika Dewan, khususnya komisi D juga sudah menolak penggabungan paket-paket kecil. Salah satunya karena membuat program menjadi lambat. “Kami juga sudah menyurat ke Gubernur dan Biro Pembamgunan”ujar Darmawangsyah, Selasa (14/5).
Menurutnya, boleh saja dilakukan penggabungan program atau paket seperti pengadaan buku atau ATK, pengadaan makanan dan semacamnya. tapi kalau paket atau program konstruksi maka hal tersebut sulit karena lokasinya berbeda-beda walaupun masih dalam satu kabupaten atau kecamatan.
“Selain itu juga dapat menimbulkan korupsi baru dan kualitas proyek yang rendah”pungkas legislator Partai Gerindra ini.



