31 C
Makassar
Friday, April 10, 2026
HomePolitikDiminta Kembalikan Uang Rp70 Juta Oleh Ketua Demokrat, Begini Penjelasan CRC

Diminta Kembalikan Uang Rp70 Juta Oleh Ketua Demokrat, Begini Penjelasan CRC

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COMĀ – Lembaga survei Celebes Researc Centre (CRC) pimpinan Herman Heizer memberikan penjelasan soal konflik uang Rp70 juta dengan Ketua Demokrat Maros, Amirullah Nur.

Herman membantah kalau lembaganya tidak melakukan riset di Dapil III Maros sesuai kesepakatan. CRC disebut memiliki panduan kerjasama dengan setiap pengguna jasanya.

“Tidak benar apa yang dituduhkan oleh Amirullah Nur. CRC punya panduan kerjasama kontrak dengan setiap pengguna jasanya. Dalam kontrak survei tersebut dijelaskan detail kapan pengambilan data dilakukan dan kapan dilaporkan hasilnya,” kata Herman melalui rilis klarifikasi yang diterima Sulselekspres, Selasa, (27/8/2019).

Dia menguraikan, kerjasama dengan Amirullah Nur awalnya untuk melakukan pemotretan preferensi pemilih disemua dapil di Kabupaten Maros pada pileg lalu. Tapi kemudian dibatalkan dan hanya menjadikannya di satu dapil.

“Biaya yang beliau serahkan sesuai dengan yang beliau sebut (Rp70 juta),” katanya.

Hasil perekeman, kata Herman, sudah disampaikan kepada Amirullah berulang kali. Bahkan, di salah satu kedai kopi di Kota Makassar, dia juga sampaikan kalau hasil preferensi pemilih di dapilnya belum terlihat Partai Demokrat berpotensi mendapatkan satu kursi.

“Olehnya disarankan Pak Amirullah harus kerja keras agar Partai Demokrat bisa mendapatkan satu kursi. Pak Amirullah pun mengakui kalau dirinya memang belum melakukan kerja-kerja memengaruhi pemilih secara massif,” jelasnya.

Herman menambahkan, Amirullah kemudian meminta untuk dibantu kerja-kerja lapangannya. CRC kemudian merekomendasikan orang yang berpengalaman melakukan kerja-kerja lapangan untuk membantu.

“Kerja-kerja lapangan bukanlah bagian dari kontrak kerjasama survei. Itu dua hal berbeda. Pak Amirullah juga sempat memberikan uang muka (Rp10jt) kepada konsultan lapangan yang kemudian beliau juga batalkan karena, mungkin, Pak Amirullah mau mengerjakannya sendiri,” kata dia.

Menurut dia, jika ada kekecewaan dalam kerjasama, ada jalan yang bisa ditempuh oleh para pihak. Termasuk jalan kekeluargaan dengan musyawarah atau lewat jalur hukum.

“Pak Amirullah, kami anggap, bukan hanya sekedar klien tapi juga saudara dan juga politikus handal, matang dan rasional dalam menentukan hal-hal penting yang beliau harus ambil. Bagi kami, apa yang diutarakan beliau bukanlah masalah. Bagi sebagian orang, dalam politik terkadang satu tambah satu bukan sama dengan dua. Bisa jadi empat, enam dan seterusnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Ketua Demokrat Maros, Amirullah Nur menuntut CRC mengembalikan biaya survei pemilu lalu sebesar Rp70 juta.

Alasannya, biaya Rp70 juta tersebut sudah dia kirim, namun CRC disebut tidak melakukan riset sesuai kesepakatan awal.

“Kita pernah buat kontrak untuk seluruh Dapil di Maros, tapi tidak jadi. Akhirnya kita minta survei 1 Dapil saja yakni Dapil III dan sampai terakhir tidak pernah ada persentase,” kata Amirullah Nur dalam jumpa persnya di Makassar, Selasa, (27/8/2019).

Dia mengatakan, bukti transfer dirinya kepada Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer masih dia simpan. “Tiga kali tranfer, totalnya Rp70 juta,” katanya.

Dia menambahkan, sejak awal Herman tidak pernah melakukan komunikasi atau menyampaikan hasil risetnya. “Andai minta maaf kita halalkan, tapi dia diam-diam saja. Apa masalahnya, dimana hasil surveimu,” ujarnya.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img