MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Publik, Hendri Unan, mengatakan bahwa penghapusan ujian nasional sudah sepantasnya untuk dilakukan.
Menurutnya, ujian nasional hanya sebagai pemetaan saja. Selain itu, nilai tinggi yang diraih dalam ujian nasional tidak menjamin alumni bisa segera mendapat pekerjaan ataupun diterima di perguruan tinggi terbaik.
“Secara menurut saya, ini bagus dihapuskan. Karena kan ujian nasional itu cuma pemetaan saja dari pemerintah. Lagi pula bagi murid yang dapat nilai tinggi di ujian nasional belum tentu diserap di dunia kerja,” ujarnya di sela-sela MKKS.
Selain itu, ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-kota Makassar tersebut mengatakan bahwa ujiqn nasional sudah diganti dengan assesment.
“Tahun ini kan terakhir. Jadi sudah diganti dengan assesment, sesuai yang dibilang sama pak menteri. Jadi kan sudah ada ujian kompetensinya. Tapi kita tinggal tunggu regulasi dari pak menteri,” lanjutnya kepada reporter Sulselekspres.com.
BACA: IGI Sebut Ada Uang Pelicin Saat Pencairan Dana Bos dan Tunjangan Profesi Guru
BACA: Sandiaga Uno Bakal Hapus Ujian Nasional, Ini Gantinya
BACA: Universitas Megarezky Wisuda 743 Mahasiswa, Begini Pujian Gubernur
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ujian nasional juga menjadi image buruk bagi sekolah. Sebab selama ini sekolah selalu dianggap menaikka nilai siswanya agar bisa lulus ujian.
“Jadi ujian nasional itu seolah-olah membuat sekolah berupaya mempola nilai siswanya supaya nilainya tinggi, walau dengan berbagai cara. Nah itu saya tidak sepakat sekali,” bebernya, Rabu (18/12/2019) siang.
“Jadi saya sepakat dengan pak menteri. Serahkan sepenuhnya kepada sekolah yang menentukan semuanya, lulus tidaknya siswa. Karena yang lebih paham itu adalah gurunya,” tutup Hendri.



