MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya, Irhamsyah Gaffar, minta kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam membayar parkir.
Menurut Irham, hal ini bisa membantu pemerintah untuk memerangi juru parkir (Jukir) liar yang kerap jadi biang kemacetan dan juga telah meresahkan masyarakat.
Selain itu, parkir liar juga menjadi penyebab minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebab biaya parkir yang diberikan masyarakat masuk ke kantong jukir nakal.
Irham memberi solusi, agar masyarakat tidak bingung dalam memberikan kontribusi parkir. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali atribut jukir resmi PD Parkir Makassar Raya.
“Jadi kalau mau bayar parkir perhatikan dulu, dia jukir liar atau resmi. Kalau jukir kami itu dilengkapi dengan id card. Biasanya dikalungkan atau digantung di samping kantong celana bagian depan,” ujar Irham saat mengisi materi di agenda Dialog Pemkot Makassar, Hotel Almadera, Kamis (6/3/2020).
Selain identitas resmi, Irham juga menyarankan untuk meminta karcis sebelum membayar parkir. Kemudian jumlah biaya yang diberikan juga sebaiknya sesuai nominal yang tertera dalam karcis.
“Nah kalau turun dari motor, minta karcis parkirnya dulu, baru bayar. Kalau tidak ada karcisnya berarti bukan jukir resmi kami.”
“Terus kalau bayar parkir, biasanya kan lebih. Nah jukirnya juga biasa nakal. Kalau ada uang lebih masuknya ke kantong belakang, bukan ke kantong samping. Kalau begitu kan tidak masuk ke PAD uang parkirnya, masuk ke kantong pribadi.”
“Jadi juru parkir itu kita gaji sesuai dengan tarif yang sesuai. Jadi kita berikan juga edukasi melalui hal itu supaya profesional dalam bekerja,” terang Irham.



