25 C
Makassar
Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaNasionalAhmad Dhani Ingatkan Para Tokoh Jangan Takut Kepada Ancaman Wiranto

Ahmad Dhani Ingatkan Para Tokoh Jangan Takut Kepada Ancaman Wiranto

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Bagi Ahmad Dhani, pembentukan tim pemantau pencaci Presiden Joko Widodo, yang diwacanakan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, hanyalah rekayasa hukum semata.

Karena itu, terdakwa kasus pencemaran nama baik tersebut, berpesan kepada para tokoh, agar tetap berani menyampaikan yang haq dan bathil.

“Pada para tokoh, jangan takut kepada ancaman Wiranto,” kata Dhani saat turun dari mobil tahanan yang membawanya dari Rutan Klas I, Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (7/5/2019).

“Soal rekayasa hukum, katakan lah yang haq yang haq, yang batil yang batil.”

Dhani melontarkan seruan itu, saat sebelum kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi. Dhani yang tiba di PN Surabaya, Selasa (7/5/2019) sekira pukul 13.35 WIB langsung melontarkan sejumlah kalimat kepada awak media. Ia menyebut para tokoh untuk tidak takut dengan ancaman Wiranto.

Apa yang dilontarkan Dhani, adalah respons dari rencana pemerintah untuk membentuk tim hukum nasional dalam merespons tindakan, ucapan, maupun pemikiran tokoh yang mengarah ke perbuatan melawan hukum. Rencana itu disampaikan Menko Polhukam Wiranto.

Dengan adanya tim tersebut, Wiranto menyebut pemerintah tidak akan memberi ruang bagi tokoh yang melanggar dan melawan hukum.

“Kita [akan] membentuk tim hukum nasional yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu, siapapun dia yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, dilansir dari CNNIndonesia, Senin (6/5/2019).

Eks Panglima ABRI itu menyatakan, bahwa pihaknya tak bakal mengamini suatu pihak yang mencerca hingga memaki Presiden Jokowi yang masih secara sah menjabat hingga Oktober 2019.

“Tidak bisa dibiarkan rongrongan terhadap negara yang sedang sah, bahkan cercaan, makian, terhadap presiden yang masih sah sampai nanti bulan Oktober tahun ini masih menjadi presiden. Itu sudah ada hukumnya, ada sanksinya,” ujar dia.

Wiranto menjelaskan tim tersebut nantinya akan berisi para pakar hukum tata negara dan akademisi dari berbagi perguruan tinggi. Ia mengaku telah mengundang dan mengajak mereka bicara terkait pembentukan tim dimaksud.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline