MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dosen Politik dan Ketahanan Nasional Unismuh, Dr Arqam Asikin, menantang lembaga survey untuk melakukan audit data setelah pilkada 2018 digelar.
Hal itu ia sampaikan, merujuk adanya fenomena menjelang masa tenang, terutama di dua minggu terakhir, diamana 4 kandidat calon gubernur, khususnya di Pilgub Sulsel masing – masing diunggulkan dilembaga survey yang berbeda.
BACA: Pilgub Sulsel: Adu Akurasi Riset Lembaga Survei Lokal dan Nasional
“Ini fenonmena pertama Pilgub 2018 , ini perlu di evaluasi harus dimasukkan dalam undang-undang, harus di audit ini lembaga survey setelah pilgub, utamanya yang lewat 5 persen margin erornya,” ungkap Arkam saat ditemui di Warkop 86 Jalan Sultam Alaudin, Senin (25/6/2018).
Menurutnya, pilkada itu harus melahirkan pendidikan politik, utamanya ke generasi – generasi kita, namun jika melihat fenomena sekarang, publik justru dibuat semakin bingung.
“Kami sebagai akademisi perlu menanyakan secara moral Ini lembaga – lembaga survei, bahaya kalau dibiarkan ini diulang – ulang nanti,
“asosiasinya disuruh periksa, betulka itu perhitungan surveynya, kenapa ini tidak boleh dibiarkan, karena ini uangnya orang naambil nda mungkin gratis kalau mau lakukan survey, dimana mau ambil uang ini lembaga survey, yang lebih ironisnya kita semua ini dibohongi, ini kan masuk kategori pembohobgan publik,” sambungnya.



