30 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaMetropolisAmson Padolo: Jurnalis Harus Kreatif sebagai Kontrol Sosial 

Amson Padolo: Jurnalis Harus Kreatif sebagai Kontrol Sosial 

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dewasa ini, perkembang teknologi dibidang informasi dianggap sunggu cepat. Pasalnya, untuk menyampaikan pemberitaan atau membaca berita cukup hanya menggunakan gawai.

Perkembangan zaman inilah yang menuntun media harus kreatif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Perkembangan dari masa ke masa sangat signifikan, karena media sosial ini menjadi alat informasi cepat yang penting buat masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Sulsel Amson Padolo mengatakan, bahwa jurnalis sebagia sosial kontrol harus lebih kreatif dalam memberikan informasi yang aktual untuk masyarakat agar tidak tertinggal dari sosmed.

BACA JUGA :  Di Belanda, Nurdin Abdullah Perjuangkan Harga Lada yang Merosot

“Diera sekarang semua orang bisa jadi jurnalis, bahkan sayapun bisa menjadi wartawan di sosmed bahkan orang bisa cepat membacanya,”ungkapnya saat meninjau kegiatan UKW yang diadakan dewan pers melalui tiga lembaga uji yakni LPDS, UPN Yogyakarta di Hotel Swiss Bel Makassar, Selasa (26/7/2022).

Menurut Amson, pemberitaan yang disampaikan jurnalis merupakan salah satu dari empat pilar demokrasi untuk menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengambil kebijakan-kebijakan.

“Jurnalis harus bisa mengutip sesuai dengan fakta, jangan karena kita mendengar disana, Mohon Maaf ada beberapa media itu dianggap tidak sesuai patron yang kita inginkan, karena sudah mengalami pergeseran,”ujarnya.

BACA JUGA :  NA Hadiri Penandatanganan MoU Kemitraan PMA dan PMD dengan UMKM Secara Virtual

Kadis berdarah Tana Toraja tersbut berharap kepada seluruh media di Sulsel agar tetap menjaga netralitas, terutaman menjelang tahun 2024 merupakan tahun pemilihan umum (pemilu).

“Tahun 2024 nanti ada media tertentu itu, katakanlah ada titipan pemberitaan dalam mensososialisasikan seorang. Pemberitaan itu, kadang ada yang tidak sesuai judul, lain judul lain isi, ini yang perlu dikembangkan dalam olah pemberitaan,”

Ada nilai bisnis dalam pemberitaan, jujur kita mengharapkan media itu sebagai sosial control. Sehingga di Pemprov Sulsel Diskominfo tidak membatasi media melakukan control sosial.

“Pemerintah tidak antikritik, kritik kami tapi ada syarat-syaratnya misalnya peristiwanya faktual bukan berdasar kepentingan pribadi,’ tambah Amson.

Amson berharap sebagai salah satu pilar demokrasi, Pers dapat berkembang dan maju.

spot_img

Headline