MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar dalam draft pengajuan anggaran Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar tahun 2020 menempatkan anggaran tertinggi pada honor penyelenggara yakni Rp50 miliar.
Menurut Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/7/2019), honor tersebut meliputi honor sekretariat KPU Makassar hingga penyelenggara adhok.
BACA: Usulan Anggaran Meningkat, KPU Makassar Paparkan Dua Alasan Kenaikan
“Komponen itu (honor penyelenggara) tidak bisa dirubah karena standar relatif yang mengacu pada Permenkeu. Semua anggaran yang kami ajukan memang berdasar pada Permenkeu,” ujar Farid.
Angka tersebut kata Farid, belum termasuk pembuatan TPS hingga sengketa. Sementara, jumlah penyelenggara adhok, sementara menunggu tahapan dan perekrutannya. Jumlah penyelenggara ini tergantung dari demografi Pilkada Makassar.
Selain penyelenggara, Farid menyebutkan angka tertinggi ke-dua dari usulannya adalah logistik, sekitar Rp10,9 miliar. Angka tersebutpun belum termasuk bibingan teknis pemutakhiran data dan lain-lain.
BACA: Pilwali 2020, KPU Makassar Usulkan Anggaran Rp96 Miliar
“Jadi, memang pengajuan anggaran ini cukup tinggi dari Pilwali 2018 lalu. Pilwali lalu ada dana sharing dari Pilgub,” jelas Farid.
Sekadar diketahui, KPU Makassar pada 24 Juli lalu, telah menggusulkan anggaran ke Pemkot Makassar dengan total Rp96,057 Miliar, yang akan dibahas bersama dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).