31 C
Makassar
Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaHukrimAntisipasi Ancaman Terorisme Jelang Lebaran, Polda Sulsel Gelar Operasi Ketupat

Antisipasi Ancaman Terorisme Jelang Lebaran, Polda Sulsel Gelar Operasi Ketupat

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Lewat operasi ketupat 2019, pihak kepolisian daerah (Polda) Sulsel berkonsentrasi untuk mengantisipasi serangan terorisme saat jelang idul fitri.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Hamidin mengatakan, nantinya penjagaan untuk mengantisipasi ancaman terorisme dalam kondisi mudik lebaran.

“Bicara soal kerawanan, itu tentu berbeda dengan 2018 tidak ada muatan lain, Kalau sekarang juga ada muatan situasi politik saat ini, misalanya pada 2018 tidak ada muatan terorisme, walaupun tetap diwaspadai, sekarang kita liat di Jakarta ancaman itu nyata, karena sudah ada 41 [orang] yang ditangkap untuk bulan Mei saja dan mereka menargetkan tempat-tempat keramaian, artinya pemudik lebaran mereka jadika target juga,” tuturnya, dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Karebosi, kota Makassar, Selasa (28/5/2019).

BACA: Tangkal Radikalisme dan Terorisme, BNPT Berburu Video Damai di Ambon

Untuk mengantisipasi kejadian teror terjadi, Hamidin mengaku telah menyiapkan sejumlah pos di 119 titik baik pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu selama 16 hari dimulai tanggal 29 Mei – 13 Juni 2019.

“Apel ini bersifat mengamankan seluruh kegiatan masyakarat dari mulai pergerakan manusia artinya perjalanan orang mudik, yang ditempatkan Pos pelayanan, pos keamanan. Ditempat rest area kita tempatkan pos pelayanan, kalau ditempat keramaian kita kita tempatkan pos pengamanan, jadi polanya seperti itu,” kata Hamidin.

“Untuk Sulsel seluruh anggota yag dikerahkan dilapangan itu 5035 kemudian ada juga di masing-masing satuan tetap ada stand by on call,” lanjutnya.

BACA: Debat Capres: Segmen Terorisme Rasa HAM

Selain itu Kapolda mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati ketika berkendara, dan tetap mengikuti aturan lalu lintas. Terlebih banyaknya Proyek pembangunan Jalan di Sulsel menajadi salah satu potensi kemacetan dan rawan kecelakaan.

BACA JUGA :  Catatan Akhir Tahun 2020, ACC Catat Kepolisian di Sulsel SP3 Lima Kasus

“Mohon maaf kalau nanti kami sedikit tegas menegur misalnya yang berboncengan tiga kemudian yang naik di kendaraan bak itu akan kami tegur dan turunkan itu semua demi keamanan masyarakat,” tandasnya.

Tak sampai disitu Hamidin menghimbau agar ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk memeriksa baik-baik kondisi keamanannya.

“Kerawanan paling signifikan saat lebaran itu biasanya perumahan yang ada beberapa rumah yang biasanya kosong karena orang yang mudik lebaran kunci dititip di Pak Rt, kunci dititip dengan tetangga, ini yang terjadi kerawanan, biasanya para penjahat melihat kalau rumah gelap, orang ini pulang kampung karena lampunya dimatikan. Untuk itu perumahan yang dianggap rawan kita akan lakukan patroli, nanti TNI-Polri dan unsur pemda akan patroli ke sana,” tutupnya.

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline