SULSELEKSPRES.COM – Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat kebahagiaan seseorang juga memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh.
Hal tersebut bukanlah tanpa alasan. Berbagai hormon yang dikeluarkan saat rasa senang atau bahagia akan muncul dan memberi efek yang membuat sel-sel di dalam tubuh bekerja lebih baik.
Beberapa hormon tersebut di antaranya adalah:
Dopamin. Hormon dopamin sendiri tak hanya bisa membuat Anda merasa lebih baik. Hormon dopamin juga berfungsi sebagai neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem kerja otak. Sensasi menyenangkan yang dihasilkan oleh hormon dopamin akan mendorong otak untuk lebih fokus dan bantu meningkatkan fungsi motorik tubuh.
Serotonin. Serupa dengan hormon dopamin, hormon serotonin yang sekaligus berperan sebagai neurotransmitter bantu mengatur suasana hati serta mempengaruhi waktu tidur, nafsu makan, serta kemampuan otak dalam menyimpan memori.
Endorfin. Hormon ini merupakan penghilang rasa sakit alami yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Anda dapat meningkatkan hormon ini ketika sedang melakukan hal-hal yang membuat perhatian Anda terpusat dan membuat Anda senang seperti makan dan berolahraga.
Oksitosin. Dikenal juga sebagai hormon cinta, oksitosin biasanya diproduksi tubuh ketika seseorang sedang melakukan aktivitas yang menunjukkan kasih sayang seperti berpelukan, berciuman, dan berhubungan seks. Biasanya perempuan memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi daripada pria.
Selain itu, kebahagiaan juga diikuti dengan efek yang disebut positive affect (PA). Beberapa penelitian pernah melakukan pengamatan terhadap efek yang diberikan dari positive affect terhadap tingkat kesehatan para pesertanya.
Penelitian umumnya dilakukan dengan memberi berbagai pertanyaan yang terkait dengan keadaan emosional peserta dan seberapa lama mereka merasakan emosi tersebut.
Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah pengalaman emosional peserta dapat memengaruhi munculnya berbagai kondisi penyakit.
Sumber: hellosehat.com



