32 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeMetropolisASN Dituntut Bijak Mengelola Keuangan

ASN Dituntut Bijak Mengelola Keuangan

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk bijak dalam mengelola keuangan. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, dalam pengukuhan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2019-2024.

Pengukuhan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lantai II Kantor Gubernur Sulsel, jalan Urip Sumoharjo, kota Makassar, Senin (8/2/2021) sore.

Menurut Nurdin Abdullah, tindakan bijak ASN dalam mengelola keuangan bisa berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, APBD tidak bisa dilihat sebagai seauatu hal yang defisit dengan mindset penghabisan anggara.

“APBD itu jangan kita lihat sebagai sesuatu yang selalu defisit. Tetapi bagaimana APBD itu bisa membentuk hal hal produktif sehingga sehingga kita disenangi. Kesejahteraan ASN itu juga bisa diperbaiki.”

BACA  JUGA: Gaji ke-13 PNS dan THR 2021 Bakal Cair Full ?

“Tapi kalau kita hanya menghabiskan PAD setiap tahun dan tidak ada back up terhadap peningkatan PAD, ya tentu akan berdampak kepada kesejahteraan,” jelas Nurdin Abdullah.

Sementara Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan ada banyak hal yang bisa dilakukan KORPRI untuk keutuhan NKRI, salah satunya dengan bijak mengelola keuangan.

”KORPRI itu tugasnya mempererat, merekatkan NKRI. Cara merekatkan NKRI, KORPRI harus menumbuhkan cinta seluruh ASN kepada negara. Nah rasa cinta ini bisa dibangun dengan cara yang sederhana, misalnya bagaimana mengelola keuangan dengan penuh amanah,” buka Zudan.

”Pak Gubernur tadi sudah menekankan, bukan bagaimana cara menghabiskan uang, tapi mengelola uang dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Karena di tangan ASN uang itu dikelola,” lanjutnya.

Lebih lanjut Zudan mengatakan, jika hasil pengelolaan uang itu berwujud sesuatu mulai dari bangunan infrastruktur, sistem, maupun pengelolaan terhadap SDA, itu dapat menghasilkan manfaat besar untuk masyarakat.

”Itulah peranan pokok ASN, karena yang mengelola keuangan tersebut adalah ASN,” lanjutnya.

Selain itu, Zudan juga mengajak ASN di Sulsel agar bergerak serentak di media sosial masing-masing, mulai dari twitter, instagram, facebook, untuk mempromosikan pariwisata dan kuliner Sulsel.

”Ini akan menjadi media promosi yang sangat efektif. Bayangkan 23 ribu ASN bergerak bersama. Ini contoh yang sederhana,” bebernya.

Di akhir penyampaiannya Zudan berpesan, KORPRI juga harus bergerak untuk mensejahterakan anggotanya. Akan tetapi, bukan berarti harus melupakan kode etik ASN yang notabenenya menjadi panduan mereka

”KORPRI juga harus bergerak mensejahterkan anggotanya. Baik melalui koperasinya, maupun mendorong untuk menegakkan kode etik ASN. Ini sebenarnya sederhana, intinya kerjalah yang optimal, kerjalah yang maksimal, kerjalah sebaik-baiknya.”

”Jangan lupa, KORPRI harus menebarkan kasih sayang. Di manapun beri salam, selamat pagi, selamat siang, assalamualaikum, itu adalah.doa-doa. Jadi kalau kita sudah mau mendoakan, itu sudah membangun chemistry untuk bangsa,” tutupnya.

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk bijak dalam mengelola keuangan. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, dalam pengukuhan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2019-2024.

Pengukuhan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lantai II Kantor Gubernur Sulsel, jalan Urip Sumoharjo, kota Makassar, Senin (8/2/2021) sore.

Menurut Nurdin Abdullah, tindakan bijak ASN dalam mengelola keuangan bisa berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, APBD tidak bisa dilihat sebagai seauatu hal yang defisit dengan mindset penghabisan anggara.

“APBD itu jangan kita lihat sebagai sesuatu yang selalu defisit. Tetapi bagaimana APBD itu bisa membentuk hal hal produktif sehingga sehingga kita disenangi. Kesejahteraan ASN itu juga bisa diperbaiki.”

BACA  JUGA: Gaji ke-13 PNS dan THR 2021 Bakal Cair Full ?

“Tapi kalau kita hanya menghabiskan PAD setiap tahun dan tidak ada back up terhadap peningkatan PAD, ya tentu akan berdampak kepada kesejahteraan,” jelas Nurdin Abdullah.

Sementara Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan ada banyak hal yang bisa dilakukan KORPRI untuk keutuhan NKRI, salah satunya dengan bijak mengelola keuangan.

”KORPRI itu tugasnya mempererat, merekatkan NKRI. Cara merekatkan NKRI, KORPRI harus menumbuhkan cinta seluruh ASN kepada negara. Nah rasa cinta ini bisa dibangun dengan cara yang sederhana, misalnya bagaimana mengelola keuangan dengan penuh amanah,” buka Zudan.

”Pak Gubernur tadi sudah menekankan, bukan bagaimana cara menghabiskan uang, tapi mengelola uang dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Karena di tangan ASN uang itu dikelola,” lanjutnya.

Lebih lanjut Zudan mengatakan, jika hasil pengelolaan uang itu berwujud sesuatu mulai dari bangunan infrastruktur, sistem, maupun pengelolaan terhadap SDA, itu dapat menghasilkan manfaat besar untuk masyarakat.

”Itulah peranan pokok ASN, karena yang mengelola keuangan tersebut adalah ASN,” lanjutnya.

Selain itu, Zudan juga mengajak ASN di Sulsel agar bergerak serentak di media sosial masing-masing, mulai dari twitter, instagram, facebook, untuk mempromosikan pariwisata dan kuliner Sulsel.

”Ini akan menjadi media promosi yang sangat efektif. Bayangkan 23 ribu ASN bergerak bersama. Ini contoh yang sederhana,” bebernya.

Di akhir penyampaiannya Zudan berpesan, KORPRI juga harus bergerak untuk mensejahterakan anggotanya. Akan tetapi, bukan berarti harus melupakan kode etik ASN yang notabenenya menjadi panduan mereka

”KORPRI juga harus bergerak mensejahterkan anggotanya. Baik melalui koperasinya, maupun mendorong untuk menegakkan kode etik ASN. Ini sebenarnya sederhana, intinya kerjalah yang optimal, kerjalah yang maksimal, kerjalah sebaik-baiknya.”

”Jangan lupa, KORPRI harus menebarkan kasih sayang. Di manapun beri salam, selamat pagi, selamat siang, assalamualaikum, itu adalah.doa-doa. Jadi kalau kita sudah mau mendoakan, itu sudah membangun chemistry untuk bangsa,” tutupnya.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img