24.3 C
Makassar
Jumat, Mei 14, 2021
BerandaMetropolisBanyak Pegawai Perusahaan di Papua dan Papua Barat Akan Benkantor di Makassar

Banyak Pegawai Perusahaan di Papua dan Papua Barat Akan Benkantor di Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – PJ Walikota Makassar menyampaikan pesan agar masyarakat bisa menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa, saat digelar Apel Kebangsaan, Senin (2/9/2019).

“Mari kita contohkan bahwa di Makassar betul-betul menginginkan persatuan dan kesatuan persaudaraan”, kata Iqbal.

Hal itu di sampaikan menanggapi situasi gejolak yang terjadi di Papua dan Papua Barat hingga saat ini belum kondusif. “Kita mau persoalan tidak semakin membakar, Kita mau persoalan ini semakin mengecil”, harapnya kepada seluruh masyarakat Makassar.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa beberapa hari ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berkoordinasi dengan Perusahaan perusahaan, baik itu swasta maupun BUMN yang harus menarik karyawan nya ke Makassar, akibat kantor mereka terdampak demonstrasi di Papua dan Papua Barat.

“Kami sudah koordinasi dengan beberapa perusahaan perusahaan

Beberapa BUMN yang berkantor di sana, tapi kantornya bermasalah, kantornya di Serang. Terpaksa untuk sementara mereka di sini ini (Makassar) sampai kondisi membaik,” ungkap Iqbal

Sampai saat ini Iqbal belum mendapatkan angka pasti berapa orang pegawai Perusahaan yang telah di ungsikan di Makassar.

“Ada cukup banyak Kita ndak tahu persisnya di Telkomsel ada beberapa orang, begitu pula dari PT Taspen ada beberapa orang”, katanya.

Dia turut menyesalkan hal itu harus terjadi, menurut dia para pegawai dan karyawan Perusahaan yang harus meninggalkan Papua dan atau Papua Barat dan sementara berkantor di Makassar merupakan orang orang yang berkualitas, yang sangat diharapkan dapat membangun Papua dan Papua Barat.

“Mereka semua orang terdidik punya keterampilan yang diharapkan membangun Papua. Manakalah kondisi tidak kondusif mereka harus meninggalkan dan

yang tertinggal disana nantinya hanya orang-orang yang tidak bisa membangun dan terbatas dan tidak memiliki pengetahuan mumpuni.

Sehingga nanti bisa saja antek-antek dari luar yang datang menguasai menguasai daerah-daerah kita”, ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Makassar menjadi pilihan untuk berkantor sementara karena daerah yang terdekat dengan Papua dan Papua Barat.

“Mereka berkantor sementara di sini. Tidak mungkin mereka ditampung di kantor pusat sehingga mereka dibawa ke sini. Ada yang naik kapal laut ada yang naik pesawat itu sejak kantor mereka sudah tidak bisa difungsikan”, ungkapnya.

Iqbal melanjutkan himbauannya, agar masyarakat menjaga diri agar tidak terpengaruh paham-paham yang dapat merusak kesatuan Bangsa.

“Kita tidak mau pegawai-pegawai masyarakat kita yang dari dulu sudah hidup damai dari Aceh sampai Papua itu dimasuki oleh paham-paham yang tidak sepaham dengan kita”, imbuhnya.

“Indonesia ini dibangun dengan darah, Indonesia dibangun dengan doa. Jangan kita sia-siakan, emoga Makassar menjadi contoh bagi Negara kita”, seru Iqbal dalam aksi Apel Kebangsaan.

 

Muh Ismail

spot_img
- Advertisment -

Headline