27 C
Makassar
Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaMetropolisBatalyon A Pelopor, Mengabdi Lewat Sayuran

Batalyon A Pelopor, Mengabdi Lewat Sayuran

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Siang cukup terik. Puluhan anggota Brimob Batalyon A Pelopor Polda Sulsel terlihat sibuk. Ada yang membersihkan ayam, menyiapkan alat masak, menyediakan bumbu dapur, dan ada juga yang sibuk meracik kopi jahe.

“Lagi panen mas. Nanti ikut panen juga di belakang ya,” ajak Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor, AKBP Darminto, kepada Sulselekspres.com.

Hari ini, Jumat (12/6/2020) siang, Batalyon A Pelopor sedang panen sayuran Pakcoy. Sayur yang identik dengan masakan Jepang tersebut sengaja dibudidayakan dengan teknik hidroponik di area lapangan tenis Batalyon A Pelopor Polda Sulsel, jalan Sultan Alauddin, Pa’baeng-baeng, kota Makassar.

Budidaya Pakcoy sudah mulai ditekuni oleh Asyik Hikmawan (Penanggung Jawab budidaya Pakcoy), sejak beberapa bulan lalu. Menurut keterangannya, Budidaya sayur tersebut sengaja dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan di tengah pandemi Covid-19.

Meski begitu, tidak jarang juga pengepul dan pedagang sayur eceran datang untuk membeli Pakcoy, kemudian dijual kembali ke warga. Selain itu, sayuran tersebut kerap diambil oleh ibu-ibu Bhayangkari untuk diolah menjadi sayur.

“Budidayanya sudah beberapa bulan mas. Ini panen ketiga kalinya. Jadi ini memang ditanam untuk bahan makanan yang dibagikan ke warga yang terdampak Covid-19,” ujar Asyik kepada Sulselekspres.com, Jumat (12/6/2020).

“Tapi kadang ada juga penjual sayur keliling yang datang ke sini untuk ambil kemudian dijual kembali. Sesekali juga pengepul yang ambil. Ini juga dijadikan akses mudah ibu-ibu Bhayangkari yang malas ke pasar beli sayuran, jadi ke sini saja ambil untuk dimasak,” terang Asyik.

Budidaya Pakcoy sendiri dinilai gampang-gampang susah. Sebab harus diperhatikan dengan baik agar tidak diserang lumut dan hama.

“Perawatannya sih dibilang gampang tidak juga, dibilang sulit juga tidak mas. Gampang-gampang susah. Soalnya harus dijaga juga jangan sampai diserang hama dan lumut,” bebernya pria berpangkat Brigpol tersebut.

BACA JUGA :  Forkompinda Bone Rakor Penanganan Covid-19 di Area Perbatasan

Lebih jauh Asyik (32) mengaku bibit yang diperoleh memang masih sedikit sulit. Selama ini ia hanya membeli di Toko Tani saja. Sebab di tempat lain belum terlalu diketahui dimana penyedia bibit Pakcoy yang bagus.

“Kalau bibit beli mas. Di Toko Tani. Soalnya baru itu yang kita tahu, di tempat lain belum tahu,” ujar Asyik.

Masa budidaya Pakcoy sendiri memakan waktu sekitar 30 sampai 35 hari. Kalau beruntung, hasil panen bisa melimpah. Tetapi kalau kurang beruntung, hasilnya biasa-biasa saja, tetapi cukup untuk diolah dan dibagi-bagi.

“Dari tanam sampai panen itu kemarin sekitar 35 hari mas. Rentang waktunya 30 sampai 35 hari lah. Hasil panennya sendiri kalau lagi mujur ya melimpah mas, tapi kalau biasa saja, ya cukuplah untuk dibagi,” ujarnya diiringi gelak tawa.

Asyik kemudian mengajak saya untuk kembali ke dapur umum untuk melihat proses pengolahan Pakcoy. Di dapur, para pekerja terlihat lihai dan cekatan. Di dapur tersebut Danyon A Pelopor juga terlihat sedang memotong Pakcoy, bersama dengan Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis.

Saat ditemui, Komandan Anis mengatakan bahwa memasak memang sudah menjadi hobinya. Itu sebabnya ia mau turun langsung bersama para anggota Brimob untuk memasak paket makanan yang akan dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.

Anis bahkan mengaku, pada saat hari libur ia kerap memasak untuk keluarganya di rumah.

“Hari ini kan kita panen Pakcoy. Ini dimasak untuk dibagikan ke warga terdampak Covid-19 di Makassar. Saya memang suka masak, makanya saya gabung sama anak-anak ini,” ujar Anis.

“Malahan kalau hari Sabtu dan Minggu, atau di hari-hari libur, saya selalu memasak untuk keluarga saya di rumah,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Pos Penyekatan Mudik di Sulsel Disiapkan Tes Antigen

Menurut Anis, Pakcoy dan berbagai sayuran lain sangat baik untuk meningkatkan imun tubuh. Itu sebabnya Brimob selalu memasak masakan yang mengandung sayuran dalam paket makanan yang mereka bagikan kepada masyarakat.

“Ini Pakcoy dan banyak sayuran lain sangat bagus. Banyak nutrisinya. Baik untuk meningkatkan imun tubuh. Makanya kita selalu kasih sayuran dalam box makanan. Seperti ini, hari ini ada 250 box,” ujar Anis sambil menunjuk kotak makanan yang telah disiapkan anggota Brimob.

Lebih jauh Anis menjelaskan bahwa hari ini merupakan hari istimewa, sebab bakti sosial yang dilakukan merupakan rangkaian dari hari jadi Bhayangkara yang ke-74. Hal itu juga yang menjadi alasan mengapa Brimob memasak menu yang berbeda dari hari-hari biasanya.

“Kebetulan hari ini juga jadi rangkaian hari jadi Bhayangkara yang ke-74, makanya kita gelar baksos dengan menu khusus. Kita masak masakan Jepang, namanya Sukhy-Sukhy ala Brimob,” tutup Anis sambil tertawa.

Setiap harinya dapur umum Brimob-TNI bisa menyediakan sampai 700 box makanan untuk dibagikan kepada warga.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline