25 C
Makassar
Kamis, Desember 2, 2021
BerandaDaerahBBM Premium di Bone Langka

BBM Premium di Bone Langka

- Advertisement -

 

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di wilayah Kabupaten Bone, direncanakan akan dihapus atau dihilangkan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Dari pantauan terlihat beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bone tidak melayani pengisian premium.

Salah satunya, SPBU di Jl Ahmad Yani Kelurahan Macanang pada waktu tertentu. Lalu, warga yang hendak mengisi bensin terpaksa beralih ke pertalite atau pertamax

“Iye kalau sore, susahmi bensin, biasanya saya pagi mengisi sebelum ke kantor,” kata Surgawi.

Sementara itu, saat ini juga semua SPBU tidak melayani pengisian melalui jerigen eceran.

“Susah sekarang dapat bensin, ini saya jual pertalite sama pertamax saja,” kata Hadira, penjual eceran di Palakka

Selain itu, SPBU Palakka juga tidak melayani pengisian premium pada sore hingga malam hari.

“Tergantung pelanggan, kalau banyak datang cepat habis,” ungkap operator SPBU yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Khalil Syibab menjelaskan bahwa wilayah Bone memang terbatas premium. Penghapusan BBM Premiun ini sudah dilakukan secara bertahap di beberapa daerah di Indonesia diantaranya di Kota Makassar, namun untuk penghapusan secara serentak akan dilakukan akhir bulan ini.

“Ada wacana penghapusan jenis bahan bakar yang bersubsidi ini itu sudah dilakukan secara bertahap bulan September. Ini memang program nasional yang sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu, mungkin bulan ini premium akan dihilangkan dan digantikan dengan Pertalite,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Khalil, untuk harga BBM jenis Pertalite ini nantinya akan disubsidi oleh Pemerintah Pusat sehingga harga BBM tersebut tidak jauh berbeda dengan harga BBM Premiun.

“Harga Pertalite nantinya akan disubsidi sebesar Rp1000 oleh pemerintah, jadi harganya hampir sama dengan harga Premiun,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Muspida Wajo Gelar Rapat Koordinasi ADD

Dia pun menambahkan, alasan peralihan penggunaan BBM Premiun ke Pertalite ini dikarenakan kualitas yang dihasilkan Premiun kurang baik bagi lingkungan dan mesin kendaraan.

Lanjut kata dia, beberapa negara lainnya, hanya tiga negara yang masih menggunakan Premiun salah satunya Indonesia.

Sementara itu, Kaswadi salah satu pengguna kendaraan roda dua berharap rencana pemerintah menghapuskan peredaran Premiun di tengah masyarakat agar dibatalkan.

“Kalau Premiun ini dihapus, maka dikhawatirkan akan timbul dampak dari kebijakan itu seperti, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih untuk pembelian BBM Pertalite, dan juga harga beras akan naik karena petani selama ini menggunakan bensin untuk mesin pompanya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Allink selaku pengguna kendaraan roda empat. Menurutnya, penggunaan Premiun dinilai hemat dibandingkan Pertalite. Selain itu, harganya juga sangat jauh berbeda dan agak memberatkan.

“Kalau saya harusnya Premiun jangan dihapus, karena harganya Pertalite mahal. Bensin kalau dipakai biasa lama habis, sedangkan Pertalite cepat habis,” ungkap Allink.

Sekedar diketahui, adapun lokasi SPBU di Kabupaten Bone, diantaranya, Jl Poros Bone-Makassar SPBU 74.92746 Lokasi Kecamatan Lappariaja.

BACA JUGA
PenulisYusnadi
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.358,2
EUR
16.262,6
JPY
127,4
KRW
12,2
MYR
3.404,4
SGD
10.528,1