Langkah Pencegahan Cacar Monyet
Saat terinfeksi cacar monyet, seseorang bisa mengalami gejala tertentu, yaitu demam tinggi, menggigil, sakit kepala berat, nyeri otot, lemas, pembengkakan kelenjar limfe, yang diikuti dengan munculnya ruam di kulit.
Ruam akan berkembang mulai dari sebatas kemerahan, benjolan merah kecil yang nyeri, benjolan yang berisi air hingga nanah, kemudian akan pecah, mengering, dan mereda setelah 2–4 minggu.
Sejak keputusan darurat kesehatan global pada cacar monyet diterbitkan, belum ada laporan kasus infeksi virus ini di Indonesia. Kendati demikian, jangan sampai kamu lengah, ya. Soalnya, sudah ada nih negara tetangga yang melaporkan terjadinya kasus ini.
Nah, supaya kita semua terlindungi dari infeksi virus penyebab cacar monyet, berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan:
- Hindari bepergian ke daerah atau negara dengan jumlah kasus cacar monyet yang tinggi.
- Hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebarkan virus monkeypox, terlebih bila hewan tersebut sakit atau dicurigai terinfeksi cacar monyet.
- Masak dengan matang semua makanan yang hendak dikonsumsi, khususnya daging.
- Jaga kebersihan diri dan lingkungan dengan baik, termasuk menerapkan kebiasaan rutin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer.
- Terapkan hubungan seksual yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.
Dengan melakukan cara mencegah cacar monyet di atas, kamu juga turut membantu menurunkan kemungkinan penularan kepada anak-anak, wanita hamil, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh yang berisiko tinggi terinfeksi penyakit ini.
Kalau kamu mengalami keluhan yang mengarah ke gejala cacar monyet, seperti lepuhan mirip jerawat pada kulit, demam, sakit kepala, dan nyeri otot, terlebih bila baru bepergian ke negara dengan kasus cacar monyet yang tinggi, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.
Sumber: Alodokter



