24 C
Makassar
Sabtu, April 17, 2021
BerandaEdukasiBuka Akademi di Makassar, Black Steel Manokwari Usung Konsep Unik

Buka Akademi di Makassar, Black Steel Manokwari Usung Konsep Unik

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Salah satu tim futsal terbesar di Indonesia, Black Steel Manokwari, secara resmi bakal membuka akademi di Kota Makassar.

Akademi ini akan digunakan untuk menjaring talenta-talenta baru dari berbagai jenjang, mulai dari usia anak-anak sampai usia remaja. Jebolan dari akademi ini nantinya yang akan ditarik masuk ke tim utama, atau pun berkarir bersama tim lain di kompetisi liga.

Sebenarnya memiliki akademi merupakan hal yang wajar saja bagi setiap tim, baik sepak bola, futsal, atau tim apapun, tetapi ada hal menarik yang diusung oleh Black Steel dalam membangun akademinya.

Berikut beberapa hal unik dan menarik di dalam akademi Black Steel Manokwari :

Mengusung Konsep Sekolah

Jika sejumlah akademi mengusung konsep yang kaku, berbeda halnya dengan Black Steel. Tim yang memiliki identitas khas Indonesia Timur ini mengusung konsep disiplin dalam mendidik siswanya.

Menurut Manajer Black Steel Manowari, Ika Puspita Sari, mengatakan bahwa kedisiplinan merupakan hal pokok yang perlu ditanamkan kepada anak didik agar pola hidup mereka bisa teratur.

“Jadi kalau anak-anak itu kan masih enak ya dinasihati. Dalam hal-hal kecil saja masih enak untuk disusupi kepalanya. Misalnya gini, ‘Dek, kalau selesai latihan jangan minum air es ya, nanti cepet capek’. Nah itu pasti didengerin sama anak. Dia langsung minta ibunya untuk tidak memberikan air es,” ujar Ika sambil memperagakan percakapan.

Selain itu, dalam sekolah anak didik juga akan diberikan tes, seperti halnya ujian tengah semester atau pun ujian akhir semester. Dalam tes tersebut, bagi siswa yang berhasil menguasai materi dan praktikum akan langsung naik tingkat.

“Jadi nanti ada ujiannya juga. Kalau anak-anak mampu menyelesaikan tesnya, dia menguasai, ya dia bisa naik ke jenjang A. Kalau tidak ya dia tetap tinggal di jenjang B. Seperti itulah kira-kira.”

“Jadi setiap tingkatan itu ada guru penanggung jawabnya. Nah kalau ada anak yang nakal, tidak menguasai materi, dan sebagainya, kita tidak akan salahkan si anak, tapi kita tanya ke gurunya,” lanjut Ika.

Hal-hal kecil seperti itulah yang bakal diterapkan kepada anak didik, agar mereka tahu dan bisa merasakan hasilnya di masa mendatang.

Mengajarkan Kemandirian Hidup Sejak Dini

Selain menetapkan konsep disiplin dalam menidik, Akademi Black Steel Manokwari juga mengajarkan tentang kemandirian hidup sejak dini kepada anak didiknya. Hal itu dituangkan dalam hal uang iuran bulanan.

Besaran uang iuran rencananya akan dipatok sebesar Rp150.000 untuk setiap bulannya. Pihak manajemen memang sengaja tidak memberikan fasilitas gratis agar anak didik bisa merasa bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.

“Jadi begini, biasanya kan ada orang tua yang tidak menyadari hobi anak-anaknya. Kan banyak yang lebih milih masukin anaknya ke les bahasa Inggris ketimbang futsal. Nah dari sinilah kita bisa memberi nasihat kepada mereka, entah menyisihkan uang jajannya, atau seperti apa.”

“Kita juga akan memberi pengertian bahwa fasilitas tidak gratis itu biayanya untuk perawatan dan guru-gurunya. Ataukah ketimbang jajan sembarangan, jadi mending disisihkan untuk biaya les.”

“Kita pahamkan juga kalau nanti dia berhasil, kan gajinya lebih besar dari PNS. Selain itu juga kita akan berikan motivasi melalui penghargaan bagi yang berprestasi,” terang Ika dengan dialeg khasnya.

Membawa Anak Didik Kursus ke Luar Negeri

Bagi anak didik yang memiliki prestasi dan berkembang cukup baik, nantinya akan dibawa untuk berlatih dan kursus di luar negeri. Hal ini sama seperti yang dilakukan kepada beberapa anak didiknya beberapa tahun belakangan.

Baru-baru ini, sejumlah pemain Black Stell diboyong ke Thailand untuk kursus dan berlatih di Chonburi. Hal itu dilakukan demi menambah pengalaman serta perbedaan futsal yang ada di Indonsia dan futsal di luar negeri.

Melakukan Pertukaran Pelajar

Pertukaran pelajar ini penting untuk dilakukan, sebab pengalaman memang menjadi alasan utama. Sebab dengan pertukaran pelajar, anak didik bisa bahkan mampu mengatasi berbagai hal yang menjadi kendala.

Pertukaran pelajar ini nantinya akan dilakukan bersama dengan mitra yang ada di luar negeri. Diketahui saat ini Black Steel Manokwari telah bekerja sama dengan Chonburi dalam hal pertukaran pelajar.

“Jadi nanti anak-anak kita kirim untuk belajar di sana, kemudian mereka datang ke sini untuk belajar. Kalau saya bilang dia ke sini belajar, kan kayak gimana gitu ya. Soalnya mereka itu lebih baik,” kelakar Ika.

“Jadi begitu, anak-anak akan kita kirim ke Thailand. Soalnya di sana kan bagus futsalnya. Siapa yang tidak mengakui kualitas futsal Thailand kan, semua orang sudah tau kualitasnya,” ujar Ika.

Mencari Talenta di Pelosok Indonesia Timur

Hal unik lain yang diusung Black Steel Manokwari dalam membangun akademinya adalah mengutamakan talenta dari berbagai pelosok yang ada di wilayah Indonesia Timur.

Hal ini dianggap lebih efektif ketimbang membangun akademi di kota-kota besar yang ada di Jawa. Sebab selain menjamurnya tim di pulau tersebut, talenta dari anak timur juga dinilai jauh lebih menjanjikan.

“Jadi kita ini kan dari timur. Makanya kita pilih Makassar. Selain itu, kita tidak memilih pulau Jawa karena di sana sudah banyak tim. Nah di Sulawesi ini kan banyak talenta. Saya mau ada ‘Anca-Anca’ yang baru dari Makassar ini.”

“Kita memang tidak menutup kemungkinan untuk mengambil anak didik dari wilayah lain, tapi itukan sangat sulit. Jadi kita fokus saja untuk anak-anak timur. Saya yakin di sini itu talenta,” terang Ika.

- Advertisment -

Headline