31 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaRagamBukan Anarko, Demonstran Berbaju Hitam Hitam di Surabaya Akui Dirinya Dari FMN

Bukan Anarko, Demonstran Berbaju Hitam Hitam di Surabaya Akui Dirinya Dari FMN

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM– Terkait ditangkapnya lima peserta aksi demonstrasi yang mengenakan baju hitam pada peringatan hari buruh sedunia (1/5/2019) kemarin. Ternyata bukan kelompok Anarako, melainkan anggota dari Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Bidang Departemen Perempuan FMN Anindya Sabrina Joediono, dilansir dari Detik.com, Kamis (2/5/2019).

Diketahui, Dari lima orang, polisi menginterogasi dua orang yang merupakan ketua dan koordinator aksi. Namun, kelompok ini menampik jika dirinya bagian dari Anarko. Namun anggota organisasi FMN

BACA: Polri Bongkar Identitas Kelompok Massa Berbaju Hitam di Aksi May Day

“Ya bukan bagian dari Anarko, soal atribut yang digunakan tidak semuanya pakai item item. Saya juga kebetulan aja sebagian teman pakai itu karena menghindari persekusi. Sebetulnya dalam menyampaikan pendapat ada aturan pake atribut apa aja cadaran juga ga soal kan,” kata Anin

Anin mengaku, tujuannya bergabung dengan aksi demonstrasi Buruh kemarin, yakni; ingin menyampaikan orasi.

“Ya kan mau orasi juga, bukan kampanye, kan organisasi. FMN tidak ada hubungannya sama Anarko. Saya juga nggak tahu Pak Barung [Kabid Humas Polda Jatim] ini nyebut gimana karena Anarko kan banyak pecah-pecah, kadang-kadang beda pemahaman. Saya bingung juga Anarko yang mana. Kalau saya pribadi saya juga punya teman Anarko tapi ini Anarko yang mana,” ujarnya.

BACA: Peserta Demonstrasi May Day Memakai Baju Hitam- hitam, Moeldoko : Kita akan Dalami

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, pihaknya tidak langsung mempercayai hal tersebut. Pasalnya, Barung mengaku, telah melihat sendiri kelompok tersebut menggunakan atribut Anarko seperti bendera hitam merah hingga bendera dengan logo lingkaran dan huruf A.

“Pertama mereka ingin sebenernya dilakukan penangkapan dan diliput oleh media supaya menunjukkan eksistensinya bahwa di Indonesia, kelompok ini sudah ada. Bahwa kelompok ini sudah berdiri. Bahwa ternyata mereka terang-teragan melakukan kegiatan, terang-terangan dengan benderanya kok. Terang-teragan memprovokasi buruh. Untung saja kita sudah mengantisipasinya dan teman-teman buruh sudah melakukan antisipasi,” tukasnya.

Penulis : Efrat Syafaat Siregar

spot_img

Headline