Perubahan-perubahan besar dunia yang saat ini terjadi telah memicu terjadinya emerging dan re-emerging zoonosis. Emerging zoonosis memiliki definisi yang secara umum mencakup salah satu dari tiga situasi penyakit zoonotik seperti
agen patogen yang telah diketahui muncul pada suatu area baru
agen patogen yang telah diketahui atau yang berkerabat dekat terjadi pada spesies yang tidak peka atau
agen patogen yang tidak atau belum diketahui terdeteksi untuk pertama kali.
Sedangkan re-emerging zoonoses adalah suatu penyakit zoonotik yang pernah mewabah dan sudah mengalami penurunan intensitas kejadian namun mulai menunjukkan peningkatan kembali. Faktor-faktor yang memicu emerging dan re-emerging zoonosis yaitu
perubahan ekologi
perubahan demografi dan perilaku manusia
perjalanan dan perdagangan internasional
kemajuan teknologi dan industri
adaptasi dan perubahan mikroorganisme
penurunan perhatian pada tindakan-tindakan kesehatan masyarakat dan pengendalian
perubahan pada individu inang, misalnya imunodefisiensi.
Penularan Zoonosis
Penularan zoonosis antara lain terjadi melalui makanan (foodborne), udara (airborne) dan kontak langsung dengan hewan sakit. Bahaya biologis pangan yang dapat menyebabkan zoonosis yaitu:
Bakteri : Bacillus anthracis, Brucella abortus, Brucella melitensis, Mycobacterium bovis, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi.
Virus: Hepatitis A Virus, Hepatitis E Virus.
Parasit : Taenia saginata, T. solium, T. asiatica, Trichinella spiralis, ”Toxoplasma”, ”Echinococcus granulosus”, E. multilocularis.
Prion: Bovine Spongioform Encephalopathy (BSE).
Dirangkum Sulselekspres.com dari Berbagai Sumber.





