26 C
Makassar
Minggu, November 27, 2022
BerandaDaerahCegah Konsumen dan Pedagang dari Kerugian, Pemkot Parepare Massifkan Tera Timbangan

Cegah Konsumen dan Pedagang dari Kerugian, Pemkot Parepare Massifkan Tera Timbangan

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Perdagangan (Disdag) akan terus mentera timbangan milik para pedagang yang digunakan untuk bertransaksi jual beli agar benar-benar sesuai takarannya dan konsumen tidak dirugikan.

Tera timbangan yang dilakukan guna melindungi konsumen agar mendapatkan hasil penimbangan yang sesuai takaran. Kepala Disdag Kota Parepare, Prasetyo Catur didampingi Pengawas Metrologi Legal, Abu Sofyan dan Penera Ahli, Nur Ekawati mengatakan, tera ini sangat penting karena untuk melindungi pembeli dan pedagang.

Program tera merupakan program dari Dinas Perdagangan melalui Bidang Metrologi yang rutin dilakukan di seluruh pasar dan tempat transaksi yang mengunakan Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP).

“Tera ini, bukan hanya cegah kerugian bagi kosumen, tapi juga pedagang yang dilindungi,” katanya, Selasa (4/9/2022).

Dia menyebutkan, pelaksanaan tera tidak hanya sasarannya pada pedagang yang berada di pasar-pasar. Namun, juga timbangan dan neraca yang digunakan di toko-toko emas juga di awasi. Termasuk, juga pompa ukur bahan bakar minyak (BBM) di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Parepare.

“Ada tim metrologi legal yang rutin turun melakukan tera atau sidang tera ulang terhadap UUTP,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Prasetyo, tidak sedikit pedagang yang mengetahui alat ukur atau timbangannya harus ditera. Padahal, itu penting untuk melindungi baik pedagang maupun pembeli.

“Memang ada beberapa orang yang tidak tau kalau timbangannya harus di tera, penggunaannya harus diuji apakah sesuai dengan standart dan tidak mengalami kerusakan, harus dikalibrasi,” ungkapnya.

Terlebih, kata dia, di masyarakat berkembang pemahaman bahwa timbangan digital atau elektrik pasti benar, pemahaman masyarakat ini kurang bener.

“Sehingga setiap alat timbang harus diuji lagi meskipun itu timbangan digital karena selama penggunaan pasti ada pergeseran pengukuran,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pangerang Rahim Komiteman Dapat Wujudkan Parepare Sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap

Dia pun menyebutkan, kinerja Bidang Metrologi bebannya cukup berat karena harus mencegah kerugian bagi konsumen, dan melindungi pedagang.

“Tim metrologi ini tidak hanya menera timbangan di Parepare, terkadang juga ke luar daerah. Itu karena tidak semua daerah memiliki penera ahli. Apalagi, penera ahli itu berlisensi. Kita bersyukur memiliki penera ahli dan belisensi,” bebernya.

Dia pun menegaskan, pihaknya setelah mengawasi dan melakukan tera timbangan maupun alat ukur yang ada di Parepare, sisi kebenarannya terpenuhi.

“Memang ada beberapa yang sudah dilakukan sidang tera, tetapi timbangannya memang tidak bisa diperbaiki lagi dan tidak layak pakai,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan tera ini juga terintegrasi dengan Pasar Aman di Parepare. “Kita juga menuju Parepate tertib ukur tahun 2023, di mana sebelumnya tahun 2017, Parepare sebagai kota tertib ukur di Indonesia,” tambahnya.

OIehnya itu, kata Prasetyo, Dinas Perdagangan melalui Bidang Metrologi melahirkan inovasi ‘Si Kumbang (Si Kurir Timbangan). “Inovasi ini akan diikutkan dalam lomba inovasi antar SKPD lingkup Pemkot Parepare yang sementara terlaksana,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, inovasi ‘Si Kumbang’ ini, nantinya ada nomor resmi yang bisa dihubungi masyarakat yang ingin menera timbangannya.

“Melalui nomor resmi itu, kurir ini nantinya yang menjemput timbangan ke masyarakat yang ingin ditera. Apalagi, tera bisa dilakukan di Bidang Metrologi Kantor Disdag Parepare,” katanya.

Dia menyebutkan, dirinya akan terus meningkatkan kinerja Bidang Metrologi sebagai upaya nyata memberikan perlindungan bagi konsumen maupun pedagang.

“Bagaimana Parepare menjadi kota tertib ukur di Indonesia tahun 2023, mendatang. Sehingga sosialisasi pentingnya tera dan tera ulang harus sampai ke masyarakat. Dan tentu pengawasan di lapangan juga terus bergerak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Peringati HMPI, Pemkot Parepare Bersama FKH Tanam 100 Pohon

Dia menambahkan, keengganan masyarakat melakukan tera karena faktor kesibukan. Makanya melalui inovasi ‘Si Kumbang’ pelaksanaan tera bisa tersentuh ke masyarakat.

“Selama pengawasan terhadap alat ukur dan timbangan baik di pasar, pompa ukur BBM dan lainnya, semua masih dalam masuk toleransi dan sisi kebenaran dan keakuratan terpenuhi,” tandasnya.

spot_img

Headline

Populer