30 C
Makassar
Kamis, Juli 7, 2022
BerandaEdukasiCetak Generasi Smart and Shalehah, SPIDI Maros Wisuda 122 Siswa

Cetak Generasi Smart and Shalehah, SPIDI Maros Wisuda 122 Siswa

PenulisM. Syawal
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maros menggelar wisuda pada Sabtu (4/6/2022). Sebanyak 122 siswi menjalani wisuda tersebut.

Kegiatan yang digelar secara luring di Ballroom Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) bertajuk “Smart and Shalehah For Brighter Future”.

Graduation 2022 ini menjadi momen membahagiakan bagi 122 siswi SPIDI yang terdiri dari siswa SMA dan SMP juga unit pendidikan tahfizh dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ).

Ada pun untuk siswa SMA SPIDI tercatat 10 orang yang telah dinyatakan lulus di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Di antaranya di Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Tadulako, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Ciputra, dan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab.

Direktur Pendidikan SPIDI Maros, Riza Sativani Hayati mengungkapkan wisuda merupakan momen kita melakukan report atau laporan program kepada orang tua dan masyarakat. Sekaligus memberikan apresiasi terbaik bagi para wisudawan.

“Tentu kami sivitas akademik berbangga bisa menuntaskan rangkaian program pendidikan mereka di SPIDI, berharap alumni bisa survive di masa depan kelak dengan ilmu yang telah dibekalkan,” ungkap Riza.

Ia berpesan, kepada seluruh alumni untuk tetap berkhidmat pada ummat dimana pun berada, sesuai visi SPIDI yaitu menjadi sekolah puteri terbaik di Indonesia, pencetak generasi muslimah yang berintegritas, mandiri, berwawasan global, dan mampu berkhidmat untuk umat.

Dewan Pembina SPIDI, Muzayyin Arif menyampaikan harapannya bagi para wisudawan agar menjadi lulusan yang cerdas dan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-sehari. Hal itu kata dia juga tak lepas dari peran para pembina dan guru yang telah mendidik para siswi.

“Setiap pembina dan guru adalah madrasah bagi generasinya sehingga ditekankan terhadap perilaku anak. Pengorbanan mereka dalam mendidik santriwati dalam waktu lama untuk menjadikan para santriwati manusia terbaik di sisi Allah,” jelas Muzayyin.

Menurutnya, setiap generasi merupakan penerus bangsa yang harus aktif dalam ibadah dan diimbangi dengan ilmu standar nasional. Asupan pengetahuan dan hikmah kebijaksanaan kata Muzayyin, harus dimiliki setiap santri. Utamanya pada tiga unsur yakni, identitas agama, kebangsaan dan budaya.

spot_img
spot_img

Headline