MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Bakal calon walikota Makassar, Syamsu Rizal (Daeng Ical), mengatakan bahwa tindakan razia buku hanyalah kepentingan politik semata.
Hal itu diungkapkan pada saat dirinya menjadi narasumber dalam agenda Talkshow Literasi Makassar Bersastra 5, di Atrium lantai 1 Nipah Mall, jalan Urip Sumoharjo, kota Makassar, Minggu (19/1/2020) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Ical mendapat pertanyaan dari salah satu peserta terkait tindakan razia buku yang dilakukan beberapa oknum belakangan ini.
Hal itu sontak dijawab oleh ‘Anak Lorong Na Makassar’ tersebut, dengan mengatakan bahwa razia buku sebenarnya hanya sebatas kepentingan politik semata.
“Soal razia buku itu cuma kepentingan politik saja. Itu cuma memberikan tekanan tertentu. Karena yang dirazia kan cuma buku cetaknya saja,” ujar Daeng Ical.
“Tapi di internet kan masih beredar juga e-book nya. Kita masih bisa akses. Apalagi yang punya aplikasi tertentu untuk akses e-book, pasti terakses,” terangnya.
“Coba buku apa yang baru-baru dirazia? Karl Marx? Kan di internet masih beredar. Lengkap dengan resensinya malah,” bebernya.
Lebih lanjut eks wakil walikota Makassar periode 2014-2019 itu mengatakan bahwa membaca adalah sebuah tindakan edukatif yang positif. Maka hal itu patut mendapat apresiasi.
Akan tetapi ada hal-hal yang harus dibatasi, termasuk bacaan. Buku-buku yang dianggap ekstrem memang perlu dibatasi dan tidak boleh disebar luaskan, kecuali untuk kepentingan akademik ataupun penelitian.
“Jadi saya kira membaca itu bagus sekali. Hanya saja bacaan-bacaan tertentu perlu dibatasi. Yang sifatnya ekstrem cukup dikonsumsi sendiri. Yang bahaya itu kalau disebarluaskan.”
“Kalau untuk kepentingan akademik, penelitian, ataupun kajian, ya tidak apa-apa. Anda pasti dilindungi dalam hal itu,” tegasnya.
Ia juga berharap jika berhasil memimpin kota Makassar nantinya, maka ia akan menempatkan buku di beberapa titik untuk diakses masyarakat umum, agar budaya baca bisa meningkat dan taraf melek huruf masyarakat bisa ditingkatkan lagi.
Penulis: Widyawan Setiadi



