24 C
Makassar
Kamis, Oktober 6, 2022
BerandaPolitikDiabaikan PKS, Kader Ini Curhat Soal Makna Persahabatan dan Kekuasaan

Diabaikan PKS, Kader Ini Curhat Soal Makna Persahabatan dan Kekuasaan

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sejumlah kader sekaligus legislator Partai Keadilan Sejehtera (PKS) tak lagi diakomodir sebagai Calon Legislatif (Caleg) di Pemilu 2019 mendatang.

Meski diabaikan partai, beberapa kader ini memilih tetap bertahan dan tak berpindah partai. Tentu saja dengan konsekuensi tak lagi ikut nyaleg.

Salah seorang legislator PKS di DPRD Makassar, Iqbal Djalil menjadi salah satu kader yang ikut terabaikan. Ije sapaan akrab Iqbal, mengungkapkan curahan hatinya lewat tulisan yang dia bagikan.

BACA JUGA:
Miris, Kader Peraih Suara Terbanyak PKS Tak Diakomodir di Pemilu
 Diabaikan PKS di Pemilu, Kader Ini Tetap Pilih Bertahan
Tak Masuk DCS, Kader PKS Ini Tidak Ambisi Kejar Kekuasaan

Ije bercerita soal pilihan politiknya. Keputusan memilih jalan persahabatan dari pada sebuah kekuasaan. “Saya sama sekali tidak pernah tergoda untuk meniadakan pertemanan, apalagi menghalalkan berbagai cara untuk tiba ditujuan,” tulisnya.

Saat dikonfirmasi, Ije mengakui kalau tulisan haru itu dibuatnya sesaat setelah dirinya memutuskan untuk lagi menjadi Caleg PKS di 2019. “Tulisan itu saya tulis malam sebelum penentuan sikap,” jelasnya (18/7/2018).

Diketahui, sejumlah legislator PKS lain di Sulsel juga tidak terakomodir dalam DCS yang didaftarkan ke KPU. Masing-masing, Mudzakkir Ali Djamil (DPRD Makassar), Taslim Tamang dan Jafar Sodding di DPRD Sulsel, serta dua kader PKS lainnya di DPRD Kota Parepare.

Berikut ini tulisan lengkap Iqbal Djalil tentang makna Persahabatan dan kekuasaan:

BACA JUGA :  PKS Sulsel Tegaskan Kader Boleh Hadiri Kampanye Anies Matta
spot_img

Headline