30 C
Makassar
Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaPolitikDinilai Tak Punya Metode Ampuh, Appi Dianggap Ketinggalan Jauh Dari Danny Pomanto

Dinilai Tak Punya Metode Ampuh, Appi Dianggap Ketinggalan Jauh Dari Danny Pomanto

- Advertisement -

 

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pertarungan politik di kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 2020 ini kian memanas. Sebab sejumlah pihak terlihat sudah mulai menggencarkan taktik dan strategi demi memperoleh kemenangan.

Pertarungan Pilwali kali ini dianggap lebih kompetitif dibandingkan dengan Pilwali tahun 2018 lalu yang hanya melibatkan satu pasangan calon melawan kotak kosong.

Sejak pembukaan penjaringan di partai politik beberapa bulan lalu, setidaknya ada 23 nama yang beredar di masyarakat. Akan tetapi secara perlahan menusut menjadi beberapa nama saja.

Hal itu ditanggapi oleh salah satu pengamat politik Kebangsaan, Arqam Azikin, yang mengatakan trend politik di pertarungan Pilwali Makassar 2020 ini hanya menyisakan empat nama saja.

Keempat nama tersebut sebenarnya bukan nama asing, sebab mereka pernah terlibat di beberapa kontestasi sebelumnya. Mereka adalah Mohammad Ramdhan Pomanto (DP), Syamsu Rizal (Deng Ical), Irman Yasin Limpo (None), dan Munafri Arifuddin (Appi).

“Petak politik saat ini di Makassar ada empat trend. Pertama adalah Danny Pomanto (DP), kedua Ical, yang ketiga adalah None dan yang keempat adalah Appi.

Arqam menilai, dari keempat kontestan tersebut, Danny Pomanto berada di urutan teratas. Setelah Danny, Ical menyusul di posisi kedua. Kedua kontestan tersebut dinilai sangat memungkinkan untuk bersaing di Pilwali Makassar 2020 ini.

“Satu dua (Danny-Ical) lagi berdekatan. Artinya, kalau kemudian kancah politik ini bakal berkembang dua tiga bulan ke depan, sebelum penentuan partai politik,” ujar Arqam, saat mengisi dialog di Best Brews, Four Points by Sheraton, kota Makassar.

“Saya curiga, dalam tanda petik, kalau ada yang masuk tiba-tiba menjadi calon dalam waktu persiapan enam bulan jadi lebih ampuh dan taktis, maka tiga bulan calon lawan beratnya.”

BACA JUGA :  Mendapat Kritikan Dari Pengurus PPP Sulsel , Begini Tanggapan BBT

Sementara untuk None dan Appi, kedua kandidat ini dinilai sedang saling kejar. Akan tetapi None dianggap lebih berpeluang, sebab adik Menteri Pertanian Republik Indonesia tersebut sudah bergerak lebih awal dan memiliki strategi yang lebih tepat.

“Appi dan None lagi kejar-kejaran. Tapi None sudah mulai naik karena pada dasarnya dari segi metode mungkin lebih ampuh dari Appi. Jadi empat ini akan mengerucut jadi dua lawan. Nanti kita tunggu di episode selanjutnya,” ujar Arqam.

Secara tidak langsung, kontestasi pertarungan ini bisa disinyalir akan menyisakan tiga calon saja (jika tidak ada calon yang masuk dalam enam bulan terakhir).

Jika diurutkan dari pandangan pengamat, maka bisa jadi Appi menjadi kandidat yang gugur karena berbagai hal. Selain itu, Appi tentu dianggap sudah ketinggalan jauh dari kandidat lain, termaasuk Danny Pomanto yang sedang bertengger di puncak.

Penulis : Widyawan Setiadi

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.139,5
EUR
16.445,6
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.400,6
SGD
10.508,0