32 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeRagamDiterpa Serangan Jantung Berkali-kali Pria Ini Tetap Hidup

Diterpa Serangan Jantung Berkali-kali Pria Ini Tetap Hidup

- Advertisement -

SULSELEKSPRESS.COM – Jamie Poole (29) hampir saja kehilangan nyawanya sebanyak sembilan kali hanya gara-gara terlalu aktif atau melakukan aktivitas olahraga.

Pria ini ternyata mengalami kelainan sejak lahir, yakni penyakit kardiomiopati hipertrofik. Penyakit ini membuat sebagian otot jantungnya mengalami penebalan yang tidak normal.

Kondisi ini sangatlah langka karena hanya menyerang 1 dari 5.000 orang di seluruh dunia. Masalahnya adalah kondisi ini membuat jantung tak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh sehingga tubuh Jamie pun menjadi lebih rentan terkena komplikasi yang fatal, termasuk serangan jantung yang sangat mematikan.

BACA: Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Meninggal Dunia Di Reruntuhan Hotel Roa-Roa

Jika kebanyakan orang diminta untuk rajin berolahraga agar tetap sehat, Jamie justru dilarang untuk melakukannya dan melakukan aktivitas yang membebani jantungnya seperti naik tangga demi mencegah serangan jantung. Selain itu, Jamie juga harus menjalani transplantasi jantung karena jika tidak, usianya bisa jadi tidak akan mencapai lima tahun lagi.

“Dokter berkata bahwa saya harus mendapatkan transplantasi jantung agar bisa hidup lebih lama,”ungkap pria asal Australia ini dalam lama Doktersehat.

BACA: Ternyata, Lukisan Lawas yang Ramalkan Kota Palu Diterjang Gempa Terinspirasi dari Mimpi

Dijelaskan bahwa, Jamie pertama kali harus berhadapan dengan kematian saat usianya baru 20 tahun. Saat itu, ia mengalami serangan jantung dan harus diselamatkan dengan pertolongan pertama CPR selama 45 menit.

Jamie baru tersadar dari koma selama seminggu. Serangan jantung kedua terjadi saat Jamie berkunjung ke tempat sepupunya. Lagi-lagi ia harus dilarikan ke rumah sakit dan bangun dari koma dengan kondisi kebingungan karena menganggap apa yang dialaminya hanyalah mimpi.

Sekitar dua tahun kemudian, Jamie mengalami serangan jantung sebanyak 4 kali hanya dalam waktu 3 minggu. Keluarganya pun menjadi khawatir dengan kondisinya meski berkali-kali mampu selamat dari kematian.

Pemeriksaan kesehatan pun kemudian dilakukan lebih mendalam dan Jamie pun didiagnosis terkena kardiomiopati hipertrofik. Sayangnya, Jamie kembali terkena serangan jantung tiga kali, yakni saat sedang makan siang, saat berada di bandara, dan yang terakhir saat berada di rumah sakit.

- Advertisement -

SULSELEKSPRESS.COM – Jamie Poole (29) hampir saja kehilangan nyawanya sebanyak sembilan kali hanya gara-gara terlalu aktif atau melakukan aktivitas olahraga.

Pria ini ternyata mengalami kelainan sejak lahir, yakni penyakit kardiomiopati hipertrofik. Penyakit ini membuat sebagian otot jantungnya mengalami penebalan yang tidak normal.

Kondisi ini sangatlah langka karena hanya menyerang 1 dari 5.000 orang di seluruh dunia. Masalahnya adalah kondisi ini membuat jantung tak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh sehingga tubuh Jamie pun menjadi lebih rentan terkena komplikasi yang fatal, termasuk serangan jantung yang sangat mematikan.

BACA: Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Meninggal Dunia Di Reruntuhan Hotel Roa-Roa

Jika kebanyakan orang diminta untuk rajin berolahraga agar tetap sehat, Jamie justru dilarang untuk melakukannya dan melakukan aktivitas yang membebani jantungnya seperti naik tangga demi mencegah serangan jantung. Selain itu, Jamie juga harus menjalani transplantasi jantung karena jika tidak, usianya bisa jadi tidak akan mencapai lima tahun lagi.

“Dokter berkata bahwa saya harus mendapatkan transplantasi jantung agar bisa hidup lebih lama,”ungkap pria asal Australia ini dalam lama Doktersehat.

BACA: Ternyata, Lukisan Lawas yang Ramalkan Kota Palu Diterjang Gempa Terinspirasi dari Mimpi

Dijelaskan bahwa, Jamie pertama kali harus berhadapan dengan kematian saat usianya baru 20 tahun. Saat itu, ia mengalami serangan jantung dan harus diselamatkan dengan pertolongan pertama CPR selama 45 menit.

Jamie baru tersadar dari koma selama seminggu. Serangan jantung kedua terjadi saat Jamie berkunjung ke tempat sepupunya. Lagi-lagi ia harus dilarikan ke rumah sakit dan bangun dari koma dengan kondisi kebingungan karena menganggap apa yang dialaminya hanyalah mimpi.

Sekitar dua tahun kemudian, Jamie mengalami serangan jantung sebanyak 4 kali hanya dalam waktu 3 minggu. Keluarganya pun menjadi khawatir dengan kondisinya meski berkali-kali mampu selamat dari kematian.

Pemeriksaan kesehatan pun kemudian dilakukan lebih mendalam dan Jamie pun didiagnosis terkena kardiomiopati hipertrofik. Sayangnya, Jamie kembali terkena serangan jantung tiga kali, yakni saat sedang makan siang, saat berada di bandara, dan yang terakhir saat berada di rumah sakit.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img