23.4 C
Makassar
Saturday, August 15, 2026
HomeEdukasiDorong Wisata Bersih, Universitas Megarezky Latih Pokdarwis Lantebung Kelola Sampah

Dorong Wisata Bersih, Universitas Megarezky Latih Pokdarwis Lantebung Kelola Sampah

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM — Universitas Megarezky melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mendorong terciptanya kawasan wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Lantebung, Makassar.

Program tersebut dilakukan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lantebung dengan memberikan edukasi, pelatihan, hingga pendampingan dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Kegiatan ini mengusung tema “PKM Pokdarwis Lantebung Berbasis Teknologi Plastic Shredder dan Biocomposter untuk Mendukung Terwujudnya SDGs dan Asta Cita.”

Program tersebut tidak hanya mengenalkan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kawasan wisata.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta mengelola sampah dengan cara yang tepat.

 

Kegiatan PKM melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Megarezky, mahasiswa ITBM Balik Diwa, serta anggota Pokdarwis Lantebung. Tim pelaksana diketuai Dra. Darmawati, M.Pd. dari Universitas Megarezky, bersama Rosnaniah, S.Kep., Ns., M.Kep. dari Universitas Megarezky dan Sri Wulandari, S.Kel., M.Si. dari ITBM Balik Diwa.

Tim PKM juga bekerja sama dengan Ketua Pokdarwis Lantebung, Saraba, beserta anggota Pokdarwis sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program.

Hingga saat ini, kegiatan telah berlangsung dalam tiga kali pertemuan.

Pada pertemuan pertama, tim memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai jenis sampah, dampak sampah terhadap lingkungan wisata, pentingnya pemilahan sampah, penerapan PHBS, serta pengenalan teknologi plastic shredder dan biocomposter.

Pertemuan kedua dilanjutkan dengan praktik langsung. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos menggunakan biocomposter, sementara sampah plastik diproses menggunakan plastic shredder.

Para anggota Pokdarwis tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar langsung menggunakan teknologi tersebut sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri.

Sementara pada pertemuan ketiga, kegiatan difokuskan pada penerapan dan pendampingan di kawasan wisata Lantebung. Tim PKM bersama mahasiswa mendampingi anggota Pokdarwis dalam menjalankan proses pemilahan dan pengolahan sampah sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Ketua tim PKM, Dra. Darmawati, M.Pd., mengatakan program tersebut tidak sekadar memberikan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Teknologi akan memberikan manfaat apabila diikuti dengan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, kegiatan ini kami padukan dengan penerapan PHBS agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Melalui program ini, Pokdarwis Lantebung diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah di kawasan wisata, memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, serta mengolah sampah plastik menggunakan teknologi plastic shredder.

Penerapan PHBS juga diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan wisata sehingga Lantebung menjadi lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Megarezky dan ITBM Balik Diwa dalam mendukung pencapaian SDGs dan Asta Cita melalui pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi, lingkungan, dan perubahan perilaku.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img