
MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Desas-desus mengenai uang tentunya bukan hal yang tabu dalam dunia politik, jangankan di pentas politik nasional seperti Pilpres, di level desa sekalipun hampir pasti mengunakan uang.
Menilai adanya fenomena politik, Wasekjen DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengakui, memang ada sejumlah uang yang diberikan kadernya Sandiaga Salahuddin Uno kepada partai pengusung calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, seharusnya masyarakat Indonesia mengetahui bahwa dalam dunia politik memang ada ongkos politik. Kalau masih ada yang mempermasalahkan tentang uang yang diberikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, maka orang tersebut disebutnya masih kurang pengetahuan dan salah makan obat.
“Sudah dijelaskan sama Sandi bahwa uang Rp1 triliun itu sebagai biaya kampanye,” tegas mantan aktivis buruh itu, melalui WhatsAppnya, Jumat (17/8/2018).
“Memang mau kawin apa pakai mahar-maharan, coba ya politisi yang terus mempermasalahkan Mahar Rp1 triliun baca berulang ulang UU Pemilu. Ada engak kata mahar?” tambahnya lagi.
Baca juga:
Koalisi Dengan Gerindra, Demokrat Tak Minta Jatah Cawapres
Dituding Ambil Uang Sandiaga Uno, PKS: 500 Miliar itu tidak seberapa
Sandiaga Uno Mengaku Bugis, Andi Jamarro: Enak Saja Ngaku-Ngaku
Mahar itu, lanjut Arief, cuma bahasa politik yang dibuat oleh Andi Arief karena kecewa AHY tidak di jadikan Cawapres, padahal sudah jelas AHY itu legowo dan sangat sportive sekali.
“Dari sikap AHY jelas dia jauh lebih matang dalam politik dibandingkan Andi Arief walau AHY itu terbilang debutan baru. Nah kawan Andi Arief tolong sadar dan insyaf dong. Nanti kamu cuma diketawain aja,” bebernya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan pesan kepada Sekjen DPP PDIP untuk tidak ikut permasalahkan mengenai uang mahar politik.
“Nah untuk Sekjen PDI – Perjuangan yang juga mempermasalahkan mahar 1 triliun, monggo saja baca baik baik UU Pemilunya ada enga kata mahar,” ujarnya.





