30 C
Makassar
Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaRagamGeram, Dewan Makassar Minta Kepsek yang Gunting Bibir Siswa Disanksi

Geram, Dewan Makassar Minta Kepsek yang Gunting Bibir Siswa Disanksi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dunia pendidikan akhir-akhir ini dihebohkan dengan beebagai kasus yang mencoreng nama baik instansi pendidikan, khuausnya bagi kaum pendidik.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan kabar pemecatan siswa SMPN 40 Makassar, karena tidak mampu melunasi seragam batik sekolah.

Kali ini dunia pendidikan kembali diguncang kabar miring, setelah salah satu kepala sekolah SMP menggunting bibir muridnya.

Mendengar hal tersebut, ketua komisi D DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir, mendesak pihak yang berwenang untuk menonaktifkan kepala sekolah SMP Yayasan  Sosial Dharma Bakti Budi Kasih, Makassar.

“Kita akan mendesak pihak Yayasan sekolah tersebut dan melakukan investigasi penuh, meneliti, dan memberi laporan secara objektif kepada seluruh masyarakat kota Makassar,” ujar Wahab.

“Bahwa dunia pendidikan tidak bisa memberi teladan premanisme. Premanisme itu musuh bersama bangsa ini. Jadi kalau ada perilaku-perilaku seperti itu, kita berharap itu tidak menghalangi dunia pendidikan kita, akan tetapi akan segera ditindak lanjuti,” lanjutnya.

Politisi partai Golkar tersebut menilai bahwa tindakan tersebut tentu mencederai instansi pendidikan dan tidak boleh didiamkan saja.

“Minggu ini Makassar diguncang dua isu pendidikan, pertama di SMP 40 dan hari ini diguncang lagi dengan kasus pemotongan bibir seorang murid.”

“Tidak boleh dibiarkan kasus seperti ini. Ini sangat mencederai dan mencoreng marwah dati dunia pendidikan.”

Pigak DPRD sendiri kabarnya saat jni tengah melakukan verifikasi kewenangan, agar oknum tersebut bisa ditindak tegas dengan segera.

“Kita sementara melakukan verifikasi, apakah ini kewenangan pemerintah kota langsung atau kewenangan Yayasan. Kalau dia kewenangan pemerintah kota Makassar, hari ini juga kita desak agar yang bersangkutan dinonjobkan dari jabatannya.”

“Tapi kalau kewenangan Yayasan, paling lambat lusa kita akan ke sekolah tersebut untuk bertemu pihak Yayasan untuk melakujan verifikasi objektif dan selanjutnya memberikan hukuman kepada yang bersangkutan untuk tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah dan tidak lagi menjadi tenaga pendidik di Yayasan tersebut.”

BACA JUGA :  Dewan Makassar Turun Langsung Urus Penanganan Banjir

“Tidak boleh seperti itu, yang namanya murid pasti nakal. Itulah kemudian orang tua menitipkan anaknya untuk dididik. Tidak boleh kemudian tenaga pendidik memberi pengajaran yang tidak baik kepada anak didik kita,” terangnya.

Komisi D sendiri kabarnya akan memanghil seluruh kepala sekolah yang ada di kota Makassar untuk duduk bersama, untuk menemukan solusi terbaiknya.

“Ya kalau komisi D paling lambat minggu depan kita akan mengundang semua kepala sekolah yang ada di kota Makassar dalam kewenangan pemerintah kota. Ada lebih dari 400 orang akan kita undang.”

“Untuk menyatukan persepsi untuk menemukan solusi pendidikan yang lebih baik, berwibawa, dan tidak menggambarkan tidakan premanisme di sekolah.”

“Lantas kalau hal ini terulang lagi, ini memang yang salah perilaku dari oknum tertentu, kita belum bisa justifikasi, tapi ini tidak baik lo. Bakal jadi teladan yang jelek bagi pendidik yang lain.”

“Kita berharap guru itu memiliki jiwa pendidik. Tidak bopeh kemudian tempramental karena paikology pendidikan. Kita berharap pertemuan dengan seluruh kepala sekolah di lingkup dinas pendidikan ada persatuan persepsi untuk mendidik lebih baik dan berwibawa lah dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Penulis : Widyawan Setiadi

spot_img

Headline