Ini Sepak Terjang DPO Yang Tewas Diterjang Timah Panas

Ilustrasi/ INT

 MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Arman Sijaya alias Ogah (28) yang merupakan residivis polisi yang yang harus meregang nyawa setelah di dor oleh Tim Khusus Polda Sulsel, Jumat (1/11/2017) dinihari memang mempunyai aksi nekat yang sangat brutal.

Dari data yang berhasil dihimpun Sulselekspres.com, Ogah sudah memiliki empat laporan di Polrestabes Makassar dan Polsek jajarannya.

Adapun laporan dari Ogah yakni Laporan Polisi Nomor : Lp/478/X/2017/restabes makassar/sek. Mamajang, tanggal 16 oktober 2017, Laporan polisi Nomor : LP /2480/XI/2017/Restabes makassar 22 November 2017, Laporan Polisi Nomor: LP /688/K/XI/2017/SEK. MANGGALA, tanggal 25 November 2017, Laporan polisi Nomor :LP/1361/XII/2017/restabes makassar/sek. Tamalanrea, (1/12/2017).

Tak hanya sampai disitu, laki-laki yang bernama Ogah ini yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang parkir ini sudah merasakan yang namanya keluar masuk sel tahanan.

Pada 2012, Ogah pernah Melakukan pencurian disertai dengan pemerkosaan dan menjalani hukuman selama 5 tahun berdasarkan putusan dari Pengadilan Negeri Makassar dan baru bebas pada bulan april 2017. Tak jera sampai disitu, pada sekitar tahun 2017 Ogah kembali melakukan pencurian kendaraan bermotor roda 2 di wilayah Kabupaten Maros dan menjalani hukuman di rutan Maros.

Lepas dari Rumah tahanan di Maros, tak membuat efek jera pada diri Ogah, dirinya kembali melakukan aksinya di beberapa tempat di Makassar. Diantarnya:

Sekitar bulan Oktober 2017 tersangka Ogah pernah melakukan pencurian kendaraan bermotor roda 2 jenis suzuki lets Warna merah hitam di Jalan serigala lr. 10 makassar. Sepeda motor tersebut diamankan bersama dengan tersangka dan sekarang diamankan di posko timsus polda sulsel.

Dibulan dan tahun yang sama, Ogah pernah melakukan pencurian kendaraan bermotor roda 2 jenis Yamaha Mio sporty warna merah di Jalan Amrullah lr. 3 kota makassar, Barang bukti tersebut masih dalam pencarian.

BACA JUGA :  DPO Penganiayaan Diringkus Polisi

Sekitar Bulan November 2017, Ogah pernah melakukan pencurian di Jalan Bung Kecaatan Tamalanrea Makassar berhasil mengambil 1 buah dompet warna merah, 1 buah laptop merk toshiba warna gold, dan 1 buah handphone samsung grandprime.

Ogah pernah melakukan pencurian di perumahan toa daeng country dan berhasil mengambil 3 buah handphone yaitu Hp Xiaomi, Hp Samsung S8, Hp Samsung Lipat, Tas Ransel berisikan Hardisk komputer dan 1 buah dompet.

Dari aksi tersebut, akhirnya membuat Tim Kepolisian merasa geram dengan aksinya. Melalui Tim Khusus Polda Sulsel yang dikomandoi Ipda Arten akhirnya melakukan perburuan terhadap Ogah.

Panit Timsus Polda Sulsel, Ipda Arten mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa Ogah sedang berada di depan Alfamidi Jalan Sungai Saddang. Akhirnya Timsus langsung bergerak ke TKP.

Tiba di lokasi, saat itu juga Timsus langsung menyergap Ogah dan langaung dibawah ke Posko Timsus Polda dan langsung dilakukan interogasi.

“Setelah dilakukan interogasi awal, pada Pukul 02.45 wita, Timsus langsung mengarahkan Ogah untuk menunjukkan TKP dimana dia pernah melakukan kejahatan. Namun ketika berada di Jalan Yusuf Dg. Ngawing, Ogah berupaya turun dari mobil dan memberontak dari belakang karena borgolnya berhasil dia lepaskan, sehingga mobil di berhentikan, saat itulah tersangka berhasil keluar dari mobil,” ungkapnya.

Pada saat berhasil keluar dari mobil, Tinsus kemudian melakukan pengejaran dan akhirnya merangkul Ogah.

“Namun saat itu Ogah berupaya merebut senjata dari Timsus, maka langsung dilakukan penembakan sebanyak dua kali dan akhirnya mengenai dada Ogah. Setelah itu Ogah langsung dilarikan Kerumah Sakit Bhayangkara. Namun naas nyawanya sudah tidak tertolong,” pungkasnya.