25 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaDaerahInilah Besaran Zakat Fitrah Usai Diputuskan Dalam Rakor 

Inilah Besaran Zakat Fitrah Usai Diputuskan Dalam Rakor 

- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone bekerjasama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bone serta sejumlah instansi terkait sudah menetapkan besaran zakat fitrah (wajib) di Kabupaten Bone.

Informasi dihimpun, penetapan besaran zakat fitrah itu telah dilakukan rapat koordinasi dan diputuskan bersama sejak Selasa, (14/05) lalu di Kantor Kemenag Bone, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Adapun besaran zakat fitrah (wajib) yang harus ditunaikan oleh kaum Muslim yakni sebanyak 4 liter bagi mengonsumsi beras biasa atau Rp 26 ribu per kepala. Sementara bagi mengonsumsi beras kepala harus menunaikan zakatnya 4 liter beras atau Rp 32 ribu per kepala.

Jumlah dengan uang tersebut terbilang menurun dibandingkan tahun 2018 lalu. Besaran zakat fitrah bagi mengonsumsi beras kepala tahun lalu harus menunaikan zakatnya Rp 34 ribu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Dr H Wahyuddin Hakim, M Hum mengungkapkan penyampaian besaran zakat fitrah segera diedarkan kepada masyarakat.

“Besaran zakat fitrah di Bone sudah diputuskan sejak rapat lalu bersama instansi terkait, sementara ini disusun surat edarannya untuk diedarkan ke pengumpul zakat di desa-desa,” ungkap Wahyuddin Hakim. Selasa, (21/05).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Baznas kabupaten Bone H Zainal mengatakan berdasarkan hasil rapat yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag, Ketua Baznas, kabag Kesra, Ketua MUI , kepolisian, perdagangan, organisasi Islam yakni Muhammadiyah dan NU, telah memutuskan besaran zakat fitrah tahun ini adalah empat liter beras yang dapat dinilai dengan uang, bagi yang konsumsi beras biasa Rp 6.500 dikali empat liter atau Rp 26 per orang dan yang konsumsi beras kepala Rp 8000 dikalo empat liter atau Rp 32 ribu per orang.

Lanjut, H Zainal seraya menambahkan masyarakat dapat membayarkan zakat fitrah ke Kantor Baznas Bone yang ada di Masjid Agung atau ke Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa-desa. (*)

Laporan: Yusnadi 

spot_img

Headline