31 C
Makassar
Kamis, Juni 30, 2022
BerandaHiburanInstrumen Musik Tradisional Akan Digaungkan Sepanjang Bulan April

Instrumen Musik Tradisional Akan Digaungkan Sepanjang Bulan April

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah kota (Pemkot) Makassar telah menetapkan tanggal 1 April sebagai momentum peringatan hari kebudayaan kota Makassar.

Dengan begitu, setiap tanggal (1/4) masyarakat kota Makassar diminta untuk ambil bagian dalam perayaan hari kebudayaan tersebut.

Khusus untuk tahun 2020 ini, pemerintah kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan secara resmi menunda perayaan peringatan hari kebudayaan kota Makassar.

Penundaan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyebarnya Covid-19 masuk ke kota Makassar, mengingat jumlah korban Covid-19 di Indonesia semakin meningkat.

Sebagai gantinya, masyarakat tetap dianjurkan untuk menggunakan pakaian adat pada tanggal (1/4/2020) dalam beraktivitas, baik di kantor, atau di manapun.

Selain itu, di tanggal (1/4/2020) mendatang masyarakat juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman tradisional.

“Jadi nanti di tanggal (1/4/2020) itu kita sarankan masyarakat menggunakan pakaian adat dalam beraktivitas. Selain itu, dianjurkan juga untuk mengkonsumsi makanan dan minuman tradisional.”

“Ini sifatnya tidak wajib ya. Jadi kami hanya menyarankan, sebaiknya dilakukan. Jangan juga nanti cuma di rumah terus pakai pakaian adat, tidak begitu juga,” ujar Herfida.

“Penggunaannya bisa di kantor. Jadi perlu diingat, bahwa tidak ada aktivitas perkumpulan di momentum itu,” tegas Herfida.

Yang paling unik, pemerintah kota Makassar melalui surat edaran nomor 430/87/s-edar/DISBUD/III/2020 Perihal Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya kota Makassar, salah satu poinnya menyarankan untuk memutar instrumen musik tradisional selama satu bulan penuh.

BACA: Cegah Virus Corona, Unimerz Produksi Hand Sanitizer dan Disinfektan Ribuan Liter

Pemutaran instrumen tersebut bakal dimulai pada tanggal (1/4/2020) sampai pada akhir bulan April, sebagai bentuk kecintaan akan keragaman budaya di Indonesia.

Menurut kurator hari kebudayaan kota Makassar, Wawan, pemutaran lagu tersebut nantinya bisa dilakukan di mana saja, baik rumah, kantor, atau tempat-tempat lain.

BACA JUGA :  Pemkot Makassar Tutup THM Public

Selain itu Wawan menyampaikan jika instrumen lagu yang harus diputar selama satu bulan penuh tersebut tidak ditentukan oleh pemerintah, sehingga masyarakat bebas memilih lagu tradisional apa saja yang akan diputar.

“Untuk lagu itu tidak kami tentukan. Terserah masyarakat mau putar lagu tradisional apa saja. Karena masyarakat kita ini kan tidak hanya Bugis-Makassar, jadi peringatan hari kebudayaan kota Makassar ini tidak mengikat harus lagu Makassar yang diputar.”

“Begitu juga dengan makan tradisionalnya, tidak harus makanan khas Makassar. Ini untuk menghargai keragaman budaya yang ada di Indonesia,” terang Wawan.

spot_img
spot_img

Headline