28 C
Makassar
Sabtu, April 10, 2021
BerandaMetropolisIstri Nurdin Abdullah: KPK Cuma Minta Keterangan

Istri Nurdin Abdullah: KPK Cuma Minta Keterangan

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKAPRES.COM – komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) menjemput Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, di rumah jabatannya, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Penjemputan ini menjadi kabar yang mengejutkan bagi warga Sulawesi Selatan, mengingat sejauh ini Nurdin Abdullah tidak pernah terendua kasus yang berkaitan dengan hukum.

Berdasarkan keterangan juru bicara KPK, Ali Fikri, pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah di sulawesi selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi, sekitar pukul 01:00 WITA.

OTT ini melibatkan sembilan orang yang terlibat dalam tim, dan bekerja atas Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Operasi tangkap tangan ini juga dilakukan di tempat berbeda dengan mengamankan lima orang lainnya beserta satu koper barang bukti yang diduga berisi uang dengan nominal satu miliar rupiah, yang diamankan di Rumah Makan Nelayan, Jl. Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar.

Lima orang dimaksud adalah :
1. Agung Sucipto ( Kontraktor, 64 Thn);
2. Nuryadi ( Sopir pak Agung, 36 Thn);
3. Samsul Bahri ( Adc Gubernur Prov. Sulsel, Polri, 48 Thn);
4. Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan);
5. Irfandi ( Sopir Edy Rahmat);

pasca penangkapan, tim kemudian membawa Nurdin Abdullah menuju kota Jakarta untuj dimintai keterangan. Nurdin dibawa menggunakan pesawat Garuda GA 617.

Meski begitu, Ali Fikri belum berani menyampaikan informasi lebih jauh terkait operasi ini.

“Informasi lebih lengkap kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan.”

“Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, istri orang nomor satu Sulawesi Selatan itu mengaku, penjemputan suaminya oleh KPK hanya sekadar ingin dimintai keterangan saja, terkait dugaan oknum staff nya yang menerima sejumlah dana.

“Izin meluruskan, Bapak Gubernur dijemput di Rujab untuk diambil keterangannya, karena yang OTT di RM Nelayan adalah Adc yang notabene dianggap paling dekat dengan beliau dan Pak Edi Sekrt PU. Bapak tidak di tempat saat OTT.”

“Untuk sahabat Dekra yang saya sayangi, do’akan bapak ya. Tadi pagi bapak didatangi KPK secara mendadak berkenaan dengan ada Staff bapak yang menerima dana. Bapak akan dimintai keterangan. Semoga Allah SWT memudahkan semuanya. In syaa Allah,” ujar Lies.

Sampai berita ini diturunkan, kasus penjemputan Nurdin Abdullah masih terus bergulir dan belum ada keputusan final dari pihak KPK.

penulis : Widyawan Setiadi

- Advertisment -

Headline