25 C
Makassar
Kamis, Desember 2, 2021
BerandaPolitikJelang Lebaran, Amirullah Nur Khawatir Ada Warga Maros Tak Bisa Makan Ketupat

Jelang Lebaran, Amirullah Nur Khawatir Ada Warga Maros Tak Bisa Makan Ketupat

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tokoh masyarakat Maros, Amirullah Nur Saenong meminta pemerintah setempat untuk segera turun menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak dari Covid-19.

Dia mengingatkan jangan sampai ada warga Maros yang tidak bisa merayakan Idul Fitri akibat tidak menerima bantuan.

“Ini dalam hitungan waktu kita merayakan Idul Fitri. Jangan sampai karena imbas Covid-19, ada warga Maros tidak bisa makan ketupat atau tidak merayakan idul Ftiri,” kata Amirullah.

“Tidak ada lagi pembedaan antara warga miskin dan masyarakat terdampak, Semuanya terkena imbas Covis-19. Pemerintah Maros harusnya sadar ini dan segera menyalurkan bantuannya,” imbus dia.

Menurutnya, ada banyak bantuan nasional yang turun kepada masyarakat setiap bulannya mulai dari bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Program PAdat Karya Tunai dari kementerian-kemenrian.

Seharusnya kata Amirullah, Pemerintah Maros sudah dapat memilah di mana penggunaan anggaran yang tidak tercover bantuan dari pemerintah pusat.

“Hitungannya kan ada beberapa bantuan pemerintah pusat untuk beberapa masyarakat. Sisanya kan bisa ditanggung APBD Maros. Kalau transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran dilakukan maka jangan takut soal efek hukumnya,” ucap dia.

Setiap harinya, Amirullah mendapatkan keluhan dari masyarakat Maros lewat media sosial dan sambungan telepon langsung ke dirinya. Dari keluhan itu, Amirullah menilai perlu ada upaya bersama untuk menolong mereka.

“Sekarang berapa banyak orang dirumahkan di Maros, lalu ekonomi yang terdampak akibat Covid-19. Ini harus dicarikan solusinya. Ekonomi bisa tumbuh, tapi jangan ada warga Maros yang kelaparan,” tegas dia.

BACA JUGA :  Nurdin Halid Didampingi Bupati Pangkep, IYL Bekas Wakil Bupati
BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.358,2
EUR
16.262,6
JPY
127,4
KRW
12,2
MYR
3.404,4
SGD
10.528,1